Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Samuel Wattimena Dorong Deteksi Dini Potensi Anak di Rumah Welas Asih Semarang

Samuel Wattimena Dorong Deteksi Dini Potensi Anak di Rumah Welas Asih Semarang

SEMARANG, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menekankan pentingnya deteksi dini potensi anak sebagai bagian dari pemenuhan hak pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia dini. Hal tersebut disampaikannya saat berkunjung ke Rumah Welas Asih, Yayasan Hati Bagi Bangsa, di Kota Semarang, Jumat (19/12/2025).

Samuel menjelaskan, aktivitas menggambar yang dilakukan anak-anak di Rumah Welas Asih bukan sekadar kegiatan mewarnai, melainkan sarana awal untuk membaca karakter, minat, dan potensi mereka.

“Ini bukan soal buku mewarnai. Saya ingin melihat siapa yang aktif, siapa yang mengerjakan dengan sungguh-sungguh, dan siapa yang mengerjakan asal-asalan. Itu penting untuk kebutuhan psikotes,” ujar Samuel.

Menurutnya, pengamatan sederhana tersebut menjadi langkah awal sebelum menghadirkan psikolog untuk melakukan tes psikologi secara lebih mendalam. Dengan deteksi sejak dini, pendamping dapat menentukan bentuk dukungan yang tepat sesuai potensi anak.

“Kalau kita bisa mendeteksi lebih awal, kita bisa tahu mau mengarahkan mereka ke olahraga, musik, atau bidang lain yang sesuai,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Samuel juga menceritakan awal perkenalannya dengan Pendeta Agus Sutikno, pendiri Yayasan Hati Bagi Bangsa. Ia mengaku pertama kali datang ke Rumah Welas Asih dalam konteks pencalonan legislatif, namun hubungan yang terbangun kemudian berkembang menjadi persaudaraan dalam nilai kemanusiaan.

“Awalnya saya paham betul, karena biasanya orang yang sedang mencaleg datang mencari figur berpengaruh. Tapi ketika saya datang ke sini, ketertarikan pertama saya justru pada sosok pendeta bertato yang melayani anak-anak dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Samuel mengatakan, setelah mendengar langsung kisah pendampingan dan pembinaan anak-anak di Rumah Welas Asih, ia merasa terpanggil untuk terlibat lebih jauh, khususnya dalam mendukung pendidikan nonformal.

“Saya meminta ruang agar bisa berpartisipasi dalam pendidikan anak-anak di sini, karena pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Pendeta Agus Sutikno menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kepedulian Samuel Wattimena. Ia menilai Samuel bukan sekadar hadir sebagai pejabat negara, tetapi sebagai figur ayah bagi anak-anak binaannya.

“Bagi saya, kehadiran Pak Samuel itu luar biasa. Indonesia hari ini kehilangan figur bapak, dan Pak Samuel hadir bukan hanya sebagai anggota DPR RI, tetapi sebagai sosok ayah bagi anak-anak,” ungkap Agus.

Ia menambahkan, komitmen Samuel terhadap dunia pendidikan sejalan dengan nilai yang selama ini diperjuangkan Yayasan Hati Bagi Bangsa.

“Beliau datang dari hati dan ingin menjadi bagian dari masa depan anak-anak bangsa melalui pendidikan. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.

Yayasan Hati Bagi Bangsa telah berdiri selama 17 tahun dan saat ini membina sekitar 200 anak. Melalui Rumah Welas Asih, yayasan tersebut menyediakan rumah singgah, pendidikan, pembinaan karakter, serta pendampingan bagi anak-anak kurang mampu dan terlantar.

Pendeta Agus Sutikno sendiri dikenal sebagai pendeta bertato yang memilih melayani masyarakat pinggiran dan anak-anak jalanan. Dengan pendekatan kasih dan pendampingan langsung, ia membuktikan bahwa perhatian dan cinta dapat menjadi jalan perubahan dan harapan bagi masa depan anak-anak bangsa. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *