UNGARAN, obyektif.tv – Seri perdana Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 resmi dimulai melalui gelaran Jateng Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026). Sebanyak 244 kuda dari 12 provinsi ambil bagian dalam ajang pembuka yang memperebutkan total hadiah hampir Rp500 juta tersebut.
Jateng Derby menjadi seri pertama dari delapan rangkaian kejuaraan dalam kalender IHR 2026. Tingginya jumlah peserta menjadikan gelaran tahun ini mencatat rekor pendaftaran terbanyak sepanjang penyelenggaraan Jateng Derby.
Co-Founder & CEO SARGA.CO Aseanto Oudang mengatakan, penyelenggaraan IHR yang berkolaborasi dengan Pordasi bertujuan mendorong kebangkitan tradisi pacuan kuda nasional agar semakin profesional dan berstandar internasional.
“Kuda peserta Jateng Derby 2026 berasal dari 12 provinsi di Indonesia. Sejumlah kuda terbaik ex-derby dan peraih prestasi musim sebelumnya turut berlaga di kelas-kelas bergengsi,” ujar Aseanto dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
Untuk mengakomodasi tingginya partisipasi, panitia juga menggelar pre-IHR race pada Sabtu (14/2/2026) dengan mempertandingkan lima kelas yang diikuti 43 kuda.
Sebanyak 18 kelas dipertandingkan dalam seri pembuka ini, terdiri atas 10 kelas kelompok umur dan delapan kelas kelompok ketinggian. Kelas kelompok umur meliputi Kelas 3 Tahun Derby Divisi I dan II (1.600 meter), Kelas 3 Tahun Remaja Divisi I dan II (1.400 meter), Kelas 2 Tahun Pemula (1.000 meter), Kelas 2 Tahun Perdana A/B (1.000 meter), Kelas 2 Tahun Perdana C/D (800 meter), Kelas 2 Tahun Perdana KPI (1.000 meter), serta Kelas THB INA dan THB Luar Negeri (1.600 meter).
Adapun kelompok ketinggian mencakup Kelas Terbuka 2.000 meter, Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter, Kelas C 1.600 meter, Kelas C Sprint 1.100 meter, Kelas D 1.400 meter, Kelas D Sprint 1.000 meter, Kelas E 1.200 meter, dan Kelas F 1.000 meter.
Kelas 3 Tahun menjadi salah satu sorotan karena diikuti kuda-kuda yang resmi memasuki musim derby. Dua kelas paling bergengsi pada kelompok ini adalah Kelas 3 Tahun Derby Divisi I dengan hadiah Rp 100 juta serta Kelas 3 Tahun Remaja Divisi I berhadiah Rp 50 juta. Selain itu, Kelas Terbuka 2.000 meter juga menyediakan hadiah Rp 50 juta.
Sebagai ajang sportainment, Jateng Derby 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antar kuda dan joki, tetapi juga hiburan bagi penonton. Penampilan musisi Ndarboy dijadwalkan menutup rangkaian pertandingan dan dapat dinikmati seluruh pengunjung tanpa tiket masuk.
VP Marketing & Operation SARGA.CO Kevin Jonathan Van Houten menambahkan, panitia juga menyediakan promo tiket tribun berupa potongan harga dengan ketentuan dress code tertentu serta hadiah menarik bagi penonton. ***










