Beranda / PENDIDIKAN / Setahun Agustina–Iswar Pimpin Kota Semarang, Akses dan Kualitas Pendidikan Diperluas

Setahun Agustina–Iswar Pimpin Kota Semarang, Akses dan Kualitas Pendidikan Diperluas

SEMARANG, obyektif.tv – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Agustina Wilujeng bersama Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin di Kota Semarang diwarnai dengan sejumlah kebijakan yang berfokus pada perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan. Pemerintah Kota Semarang mengklaim berbagai program dijalankan untuk memastikan layanan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak warga, khususnya dari keluarga kurang mampu.

Program “Semarang Cerdas” menjadi salah satu instrumen utama dalam kebijakan tersebut. Melalui program ini, pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan intervensi pembiayaan pendidikan, bantuan operasional sekolah swasta, hingga pemberian beasiswa.

“Pendidikan adalah kunci masa depan. Kami ingin semua anak Semarang, siapa pun dia, dari keluarga mana pun, punya kesempatan yang sama untuk bersekolah dan berprestasi. Semarang Cerdas adalah wujud komitmen kami untuk tidak meninggalkan satu pun anak di kota ini,” ujar Wali Kota Agustina Wilujeng, Jumat (20/2/2026).

IPM Tertinggi di Jawa Tengah

Sejumlah indikator menunjukkan capaian positif sejak program dijalankan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Semarang Tahun 2025 tercatat sebesar 85,80 dan masuk kategori sangat tinggi, sekaligus menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 11,11 tahun, menunjukkan keterbukaan akses pendidikan yang semakin besar.

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Agustina–Iswar juga tercatat mencapai 83,6 persen berdasarkan Survei Litbang Kompas.

Penanganan SPP Tertunggak

Langkah pertama pemerintah adalah menangani tunggakan biaya pendidikan. Sepanjang 2025, Pemkot Semarang membayarkan tunggakan SPP bagi 122 siswa dari 15 sekolah dengan total anggaran Rp 71.393.000. Namun, masih tercatat 1.053 siswa dengan tunggakan yang perlu diatasi di masa berikutnya.

Agustina menegaskan, pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya tidak ingin ada anak Semarang yang tidak naik kelas atau tidak ambil rapor karena orang tuanya tidak bisa bayar SPP. Pendidikan adalah hak mereka, dan negara harus hadir,” tegasnya.

Dukungan untuk Sekolah Swasta

Melalui program Hibah Pembiayaan Bantuan Operasional Sekolah Swasta (P-BOSP), sebanyak 129 sekolah swasta menerima dukungan anggaran senilai Rp 25,79 miliar pada 2025. Bantuan diberikan kepada 41 TK, 47 SD, dan 44 SMP swasta dengan skema bantuan per siswa per tahun. Pemerintah juga memberikan bantuan operasional kepada 1.482 guru swasta nonsertifikasi serta keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi 35 sekolah swasta.

Pemerintah menyatakan program ini membantu rendahnya angka putus sekolah, yang pada 2025 tercatat 0 persen untuk SD/MI dan 0,01 persen untuk SMP/MTs.

Distribusi Ijazah Tertahan

Permasalahan ijazah tertahan di sekolah juga menjadi perhatian. Sepanjang 2025, sebanyak 374 ijazah dari 36 sekolah berhasil diserahkan kepada pemiliknya. Meski demikian, masih tercatat 10.335 ijazah yang belum selesai dibagikan.

“Ijazah itu hak anak, bukan barang jaminan. Saya minta sekolah-sekolah untuk tidak menahan ijazah muridnya. Kalau ada masalah biaya, kita cari solusi bersama. Yang penting anak bisa melanjutkan masa depannya,” ujar Agustina.

Perluasan Beasiswa

Pemerintah juga memperluas pemberian beasiswa untuk siswa dan mahasiswa kurang mampu. Pada 2025, ribuan siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta mahasiswa menerima bantuan pendidikan dengan nominal berbeda. Untuk 2026, pemerintah menargetkan jumlah penerima beasiswa meningkat signifikan di semua jenjang.

Pembangunan dan Rehabilitasi Ruang Kelas

Pemerintah membangun 43 ruang kelas baru di sekolah negeri dan merehabilitasi ratusan ruang kelas lainnya untuk meningkatkan kenyamanan belajar. Rapor Pendidikan Kota Semarang juga mengalami kenaikan dari 83,66 menjadi 84,12.

Penguatan Literasi dan Kompetisi Pelajar

Upaya peningkatan kualitas pembelajaran dilakukan melalui program literasi, pelatihan menulis, dan berbagai kompetisi olahraga, seni, dan inovasi yang melibatkan ribuan pelajar sepanjang 2025.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan, pemerintah menargetkan perluasan program sekolah swasta gratis dari 129 menjadi 135 sekolah, peningkatan jumlah penerima beasiswa, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi dan penguatan ekosistem pendidikan.

Sejumlah capaian dan rencana tersebut menjadi bagian dari agenda perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang dalam setahun kepemimpinan Agustina–Iswar. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *