GROBOGAN, obyektif.tv – Upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional terus digencarkan, salah satunya dengan meningkatkan produksi gula melalui perluasan lahan tebu. Untuk mendukung target swasembada gula 2026, Perhutani bersama Sinergi Gula Nusantara (SGN) menjalin kerja sama strategis di Kabupaten Grobogan.
Kerja sama tersebut dijalankan melalui Kesepakatan Operasional (KSO) antara KPH Purwodadi dan Pabrik Gula (PG) Rendeng. Tim Perhutani bersama pemerintah Desa Tambakselo, Kecamatan Wirosari, melakukan pengecekan lahan di Petak 133E RPH Tumpuk, BKPH Tumpuk, Kamis (2/10/2025), yang akan ditanami tebu dengan luas sekitar 10 hektare.
Kepala Seksi Pengelolaan Sumberdaya Hutan KPH Purwodadi, Triana, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari sinergi antar-BUMN untuk mendukung kebijakan nasional di sektor gula.
“Di KPH Purwodadi, total lahan yang dikerjasamakan dengan SGN seluas 172,2 hektare. Selain itu, kami juga memiliki rencana pengelolaan hutan tebu mencapai 520 hektare dengan beberapa pola, mulai dari mandiri, kemitraan bersama masyarakat, hingga kerja sama bisnis,” jelasnya.
Dari sisi masyarakat, program ini mendapat dukungan penuh. Kepala Seksi Kesra Desa Gedangan, Mudakir, mengatakan warga sudah dilibatkan sejak tahap awal dan tidak ada keberatan.
“Keputusannya diantaranya satu, warga tetap bekerja di lahan, mulai dari penanaman sampai pasca panen. Kemudian, karena jalan ini menjadi akses keluarnya benih maupun hasil panen jangan sampai rusak. Dan itu sudah diperbaiki, sebelum penanaman,” katanya.
Kerja sama Perhutani dan SGN melalui KSO sendiri telah berjalan sejak akhir 2023. Hingga kini, luas lahan yang berhasil digarap bersama di wilayah KPH Purwodadi mencapai 524 hektare dari total 19 ribu hektare hutan produksi yang dimiliki. Program ini diharapkan tidak hanya menambah produktivitas tebu, tetapi juga memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung swasembada gula nasional. ***









