Beranda / LIFESTYLE / SENI BUDAYA / Tegalwaton Borong Juara I di Festival Rembulan Serasi

Tegalwaton Borong Juara I di Festival Rembulan Serasi

KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menorehkan prestasi membanggakan dalam Festival Ekonomi Kreatif dan Desa Wisata 2025 bertajuk Rembulan Serasi yang digelar di Bukit Cinta, Rawa Pening, pada 6–7 Desember 2025. Desa ini sukses memborong dua gelar juara sekaligus, yakni Juara I Lomba Stand Desa Wisata Kabupaten Semarang dan Juara I Lomba Pertunjukan Seni Desa Wisata Kabupaten Semarang.

Festival Rembulan Serasi menghadirkan Lomba Desa Wisata yang terbagi dalam dua kategori utama: Lomba Stand Desa Wisata dan Lomba Pertunjukan Seni Desa Wisata. Keduanya menjadi wadah bagi desa-desa untuk menampilkan kekuatan UMKM, kreativitas produk lokal, hingga kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas masing-masing wilayah.

Kepala Desa Tegalwaton, Tri Wuryanto, menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah kerja keras warga dan pelaku UMKM yang terlibat.

“Alhamdulillah, kerja keras kami membuahkan hasil. UMKM kami juara satu, pertunjukan seninya juga juara satu. Kami bangga dan berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Semarang yang memberi ruang bagi desa untuk menampilkan kreasi budaya,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Tri berharap ajang serupa dapat digelar rutin dan tidak hanya terpusat di destinasi wisata besar. Menurutnya, desa-desa pelosok juga perlu mendapatkan panggung agar potensi lokal mereka lebih terekspos.

“Banyak desa potensial yang belum tersorot. Dengan festival seperti ini, UMKM, kesenian, dan kekhasan desa bisa tampil dan dikenal lebih luas,” katanya.

Tegalwaton dikenal memiliki ragam produk kuliner dan kerajinan unggulan, seperti olahan kopi, gula jawa, nasi jagung, hingga bakwan jembak selada air—yang di sebagian daerah Jawa Timur dikenal sebagai arnungus. Produk-produk tersebut kini mulai dikembangkan dan dikemas secara lebih modern untuk memperkuat daya saing.

“Potensi kami besar, tinggal dikemas lebih baik. Melalui ajang ini, desa bisa saling belajar dan melihat inovasi terbaik,” tambahnya.

Untuk kategori pertunjukan seni, Desa Tegalwaton tampil mencolok lewat penampilan Tari Wahyu Senopati Legenda Joko Tingkir. Karya ini mengangkat cerita perjalanan Joko Tingkir dari tokoh rakyat hingga menjadi pemimpin, sebuah narasi sejarah lokal yang memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat wilayah tersebut. Koreografi, busana, serta penggarapan cerita yang rapi membuat penampilan ini mendapat apresiasi tinggi karena dinilai autentik dan memberi warna berbeda dalam festival.

Dengan raihan dua gelar bergengsi sekaligus, Desa Tegalwaton mengukuhkan diri sebagai salah satu desa dengan potensi kreatif, kuliner, dan budaya yang menonjol di Kabupaten Semarang. Festival Rembulan Serasi menjadi momentum penting bagi desa ini untuk semakin dikenal, sekaligus mendorong desa-desa lain untuk terus menggali dan menampilkan kekayaan lokalnya masing-masing. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *