SEMARANG, obyektif.tv – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi pedoman dalam menjalankan kepemimpinan dan pelayanan kepada masyarakat di Kota Semarang.
Hal tersebut disampaikan Agustina saat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling sekaligus Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kota Semarang Tahun 1446 Hijriah/2025 M yang digelar pada Jumat (6/3/2026) di lapangan depan eks Wonderia.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Semarang itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Iswar Aminuddin, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memperingati Nuzulul Qur’an bersama masyarakat. Menurutnya, Al-Qur’an merupakan sumber kebijaksanaan yang melampaui berbagai perbedaan dan memuat nilai-nilai universal.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena malam ini menjadi malam yang istimewa. Al-Qur’an ibarat mata air kebijaksanaan yang nilainya melampaui batas-batas perbedaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an seperti keadilan, kemanusiaan, dan kasih sayang menjadi dasar dalam memimpin serta mengambil berbagai kebijakan di Kota Semarang.
Menurut Agustina, dirinya bersama Wakil Wali Kota berupaya menerjemahkan nilai-nilai tersebut melalui berbagai kebijakan dan pelayanan publik, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga program sosial bagi masyarakat.
“Kami melayani panjenengan semua dalam bentuk pengabdian sosial. Memastikan setiap kebijakan, seperti di bidang kesehatan hingga pendidikan, merupakan cara kami berdiri paling depan saat warga sedang memerlukan bantuan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menyinggung kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Semarang dalam beberapa hari terakhir. Ia menyampaikan apresiasi kepada para petugas dari berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Perhubungan yang bekerja keras menangani dampak cuaca buruk, termasuk evakuasi ratusan pohon tumbang.
“Malam ini kita juga memanjatkan doa untuk kesehatan para petugas yang menghadapi berbagai tantangan dalam menangani bencana di Kota Semarang. Saya membayangkan mereka hampir tidak memiliki waktu untuk beristirahat,” ungkapnya.
Selain itu, Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, sebagai upaya bersama dalam mengendalikan banjir. Menurutnya, menjaga kebersihan merupakan bagian dari ibadah yang memiliki dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah memastikan saluran air di sekitar kita tidak tersumbat. Sampah adalah tanggung jawab kita bersama,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga secara simbolis menyerahkan bantuan kitab Al-Qur’an. Kota Semarang diketahui menerima bantuan sebanyak 20 ribu mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Al-Fatihah yang nantinya akan didistribusikan ke berbagai kecamatan dan masjid guna mendukung program belajar mengaji bagi anak-anak.
“Ini merupakan bentuk ikhtiar Pemerintah Kota Semarang untuk mewujudkan komitmen dalam RPJMD, agar setiap sore anak-anak dapat tertib belajar mengaji,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Agustina juga mengungkapkan bahwa Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Pemerintah kota saat ini tengah mempersiapkan berbagai fasilitas serta penguatan sumber daya manusia untuk menyambut sekitar 11 ribu tamu dari seluruh Indonesia.
“Tantangannya adalah bagaimana membuat para tamu merasa nyaman, namun warga Kota Semarang juga tetap merasa tenang. Kami juga mengusulkan agar sebelum atau sesudah MTQ dapat diselenggarakan Lomba Rebana Nasional,” pungkasnya. ***









