Beranda / NEWS / Wapres Dorong Penguatan Pasar Rakyat saat Tinjau Pasar Potikelek Wamena

Wapres Dorong Penguatan Pasar Rakyat saat Tinjau Pasar Potikelek Wamena

WAMENA, obyektif.tv – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendorong penguatan pasar rakyat sebagai pilar utama ekonomi masyarakat saat meninjau Pasar Potikelek di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (14/1/2026). Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap peran mama-mama pedagang yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga dan penggerak ekonomi lokal.

Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung aktivitas jual beli di pasar tradisional serta menyerap aspirasi pedagang dan masyarakat. Dorongan penguatan pasar rakyat ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memberi perhatian khusus kepada pelaku ekonomi kecil, terutama perempuan, melalui pengelolaan pasar yang inklusif, stabil, dan berkelanjutan.

Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi barang, serta peningkatan kualitas fasilitas pasar agar pedagang dapat berusaha dengan aman, nyaman, dan produktif.

Setibanya di lokasi, Wapres disambut Bupati Jayawijaya Athenius Mirip, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Jayawijaya Alpius, serta Kepala Pasar Potikelek Yuanita Gombo. Wapres juga menerima penyambutan adat berupa pemakaian topi tradisional oleh mama-mama pedagang.

Di tengah keramaian pasar, Wapres berkeliling dan berdialog langsung dengan para pedagang. Pasar Potikelek merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi rakyat di Jayawijaya yang menampung lebih dari 100 pedagang dengan komoditas utama sayur-mayur, buah-buahan, serta kerajinan khas Papua.

Kepala Disperindagkop Jayawijaya Alpius mengatakan, kondisi Pasar Potikelek hingga saat ini relatif stabil, baik dari sisi pasokan maupun harga.

“Jumlah pedagang di Pasar Potikelek ini di atas seratus orang. Pasar selalu penuh dan menjadi tempat bertemunya penjual dan pembeli dari berbagai distrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pengawasan guna menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi.

“Harga kebutuhan pokok terus kami kontrol. Inflasi Jayawijaya saat ini berada di kisaran 3,1 hingga 3,2 persen. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal dan terkendali,” katanya.

Menurut Alpius, kunjungan Wapres menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat fungsi pasar rakyat sebagai pusat ekonomi masyarakat.

“Kunjungan Bapak Wakil Presiden memberi semangat besar. Kami berharap Pasar Potikelek ke depan bisa dikembangkan menjadi lebih baik tanpa meninggalkan ciri khas pasar rakyat, sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres juga menyapa pedagang dan pengunjung pasar. Bagi mama-mama pedagang, Pasar Potikelek menjadi ruang utama untuk menggantungkan penghidupan sekaligus menopang biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga.

Salah satu pedagang kerajinan, Serpina Pekade, mengaku hasil penjualan noken dan berbagai kerajinan khas Papua menjadi sumber utama penghidupan keluarganya.

“Saya jual noken dari kulit kayu, baju, topi, dan tas, semuanya buatan sendiri. Dari hasil jualan ini saya bisa sekolahkan anak-anak sampai kuliah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembuatan satu noken membutuhkan waktu antara satu hingga tiga bulan, bahkan bisa mencapai lima bulan, dan seluruhnya dikerjakan secara manual oleh mama-mama pengrajin.

Pedagang sayur, Mama Nyora, mengatakan aktivitas jual beli di Pasar Potikelek sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Kalau jualan ramai, kami bisa beli beras, minyak goreng, bawang, dan kebutuhan lain untuk dibawa pulang,” katanya.

Sementara itu, pengunjung pasar Suryani (43), warga asal Toraja yang telah 14 tahun menetap di Wamena, menilai Pasar Potikelek menjadi pilihan utama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian.

“Sayur, buah, dan kerajinan khas Papua di sini cukup lengkap. Harapannya mama-mama pedagang terus mendapat perhatian dari pemerintah,” ujarnya.

Pasar Potikelek terdiri atas empat los, yakni los kerajinan dan madu, los buah-buahan, los sayur/hipere, serta los daun/hipere. Pasar ini juga dilengkapi sekitar 60 kios, dengan jumlah pedagang diperkirakan lebih dari 100 orang, dan menjadi salah satu pusat penguatan ekonomi rakyat di Kabupaten Jayawijaya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *