JAKARTA, obyektif.tv – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengingatkan pentingnya konsistensi Indonesia dalam menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, khususnya dalam menentukan keterlibatan pada berbagai forum internasional.
Melalui pernyataan di akun media sosial pribadinya pada Kamis (5/3/2026), Anies menegaskan bahwa bebas aktif tidak berarti Indonesia harus terlibat dalam setiap forum internasional tanpa mempertimbangkan keselarasan dengan prinsip dasar bangsa.
“Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja. Bebas aktif adalah kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita,” ujar Anies.
Ia menilai Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan historis dalam memperjuangkan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.
Menurut Anies, sejak awal Indonesia dikenal sebagai salah satu pelopor Konferensi Asia-Afrika serta bagian dari Gerakan Non-Blok yang kerap menjadi suara negara-negara berkembang dalam mengingatkan negara besar agar menghormati hukum internasional.
Dalam pernyataannya, Anies juga menyinggung keikutsertaan Indonesia dalam forum Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mempertanyakan apakah keterlibatan tersebut benar-benar sejalan dengan upaya menciptakan perdamaian yang adil di tingkat global.
Anies menyoroti langkah Trump yang, menurutnya, memerintahkan serangan militer terhadap Iran bersama Israel tanpa mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia menilai situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi forum perdamaian jika pelopornya sendiri dinilai melanggar hukum internasional.
Karena itu, Anies menekankan bahwa Indonesia perlu selektif dalam menentukan sikap di forum global. Menurutnya, prinsip bebas aktif harus dimaknai sebagai komitmen untuk membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, serta berpihak pada bangsa-bangsa yang mengalami ketidakadilan.
“Bebas aktif bukan soal mendekat ke pusat-pusat kekuasaan, tetapi tentang kesetiaan pada nurani bangsa,” kata Anies. ***









