Beranda / LIFESTYLE / SENI BUDAYA / Empat Penari Muda Angkat Identitas Kota Lewat Tari Rancak Denok

Empat Penari Muda Angkat Identitas Kota Lewat Tari Rancak Denok

SEMARANG, obyektif.tv – Empat penari muda dari Sanggar Seni Perwira Budaya Semarang berhasil mengangkat identitas Kota Semarang melalui penampilan Tari Rancak Denok dalam kegiatan Optimalisasi Kemitraan UMKM dalam Rantai Pasok Event MICE (Kuliner & Kriya) yang digelar Kementerian Pariwisata RI di Gets Premiere Semarang, Sabtu (28/3/2026).

Keempat penari tersebut yakni Talita Winia Zerlinda, Clarissa Putri Artika, Naura Putri Sampurna, dan Chiquilla Azkiy Wahyono. Dengan gerakan lincah, energik, dan penuh ekspresi, mereka menampilkan karakter “denok” sebagai representasi perempuan muda Semarang yang anggun, tegas, dan bersahaja.

Penampilan semakin kuat dengan penggunaan properti topeng, berupa kepala Warak Ngendog. Elemen ini tidak hanya memperkaya tampilan artistik, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya kota yang sarat makna.

Tari Rancak Denok merupakan karya koreografer Ayok Eko Pertiwi yang terinspirasi dari dinamika Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah. Tarian ini menggambarkan sosok “denok” yang cantik, lincah, dan enerjik, sekaligus mencerminkan karakter masyarakatnya.

Lebih dari sekadar pertunjukan, tarian ini juga mengangkat nilai budaya lokal melalui penggambaran tradisi Dugderan, yakni perayaan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan. Tradisi tersebut identik dengan Warak Ngendog sebagai maskot sekaligus simbol persatuan tiga etnis besar di Semarang, yakni Jawa, Tionghoa, dan Arab.

Melalui perpaduan gerak dinamis, ekspresi teatrikal, dan simbol budaya yang kuat, Tari Rancak Denok yang dibawakan empat penari muda ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media efektif dalam memperkenalkan dan memperkuat identitas Kota Semarang di ruang publik. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *