GROBOGAN, obyektif.tv – Semarak Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Jawa Tengah 2026 yang digelar di Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada 17–19 April 2026, menjadi ajang strategis untuk mendorong kolaborasi antar pelaku ekonomi kreatif (ekraf) se-Jawa Tengah. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan dari 35 kabupaten/kota dalam satu ruang interaksi yang tidak hanya menampilkan produk unggulan, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas daerah.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Grobogan memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat jejaring dan menunjukkan kapasitasnya dalam mengelola ekosistem ekonomi kreatif berskala besar. Sektor kuliner menjadi salah satu unggulan yang ditampilkan, dengan menghadirkan puluhan pelaku usaha yang berkolaborasi dengan peserta dari berbagai daerah.
Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Grobogan, Nugroho Adi Kuncoro, mengatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam pengembangan ekraf. Hal itu tercermin dari kehadiran sekitar 40 stan kuliner yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga membangun jejaring antar pelaku usaha.
“Kolaborasi ini membuka peluang transaksi sekaligus memperluas pasar bagi pelaku ekraf. Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus digaungkan,” ujarnya, saat ditemui obyektif.tv usai pembukaan Semarak KaTa Kreatif Jawa Tengah 2026, Sabtu (18/4/2026).
Selain pameran, kegiatan ini juga diisi dengan forum sarasehan yang mempertemukan para ketua Komite Ekonomi Kreatif kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Forum tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, serta Indonesian Creative Cities Network (ICCN).
Menurut Nugroho, forum sarasehan menjadi ruang penting untuk bertukar gagasan dan memperkuat kapasitas kelembagaan pelaku ekraf. Ia berharap, ke depan kegiatan Semarak KaTa Kreatif dapat rutin diselenggarakan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, khususnya pengurus Komite Ekonomi Kreatif di daerah.
Rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan sajian kuliner khas Grobogan, seperti sego japede dan sayur becek, serta kunjungan ke industri kecap legendaris di Purwodadi yang telah berdiri sejak 1930 dan kini dikelola generasi keempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal sekaligus inspirasi keberlanjutan usaha berbasis tradisi.
Ia menegaskan, semangat kolaborasi dan konsistensi menjadi kunci agar pelaku ekraf dapat terus bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
“Dengan kolaborasi, pelaku usaha bisa saling menguatkan. Yang terpenting adalah tetap konsisten dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan usaha,” katanya.
Melalui Semarak KaTa Kreatif Jawa Tengah 2026, diharapkan kolaborasi antar pelaku ekraf semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di berbagai daerah. ***










