JAKARTA, obyektif.tv – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meraih penghargaan kategori Woman of Social Impact dalam ajang Women’s Inspiration Awards (WIA) 2026 yang digelar di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Kamis (30/4/2026) malam.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Agustina dalam mendorong pembangunan berbasis inklusi sosial di Kota Semarang.
Dalam keterangannya usai menerima penghargaan, Agustina menegaskan bahwa kerja maksimal merupakan kewajiban bagi seorang pemimpin, termasuk perempuan. Ia juga mengapresiasi peran media yang dinilai penting dalam menyampaikan berbagai program dan kebijakan kepada masyarakat.
“Banyak yang kita lakukan, namun tanpa publikasi media, masyarakat tidak akan mengetahui. Penghargaan ini menjadi motivasi sekaligus saya persembahkan bagi seluruh perempuan di Kota Semarang,” ujarnya.
Sejumlah inovasi sosial yang dijalankan Pemerintah Kota Semarang di bawah kepemimpinannya dinilai berhasil menjangkau kelompok rentan secara langsung. Salah satunya melalui pembentukan Rumah Inspirasi di setiap kecamatan sebagai pusat layanan terpadu bagi penyandang disabilitas, mulai dari akses kesehatan hingga pelatihan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, Agustina juga menginisiasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sektoral yang memberikan ruang partisipasi lebih luas bagi perempuan, anak, dan pemuda dalam proses perumusan kebijakan daerah. Forum Anak yang dibentuk di tingkat kecamatan turut menjadi wadah penyaluran aspirasi yang selama ini kurang terakomodasi.
“Inklusivitas menjadi kunci agar program dan anggaran tepat sasaran. Melalui Forum Anak, pemerintah dapat mendengar langsung kebutuhan mereka dan menjadikannya sebagai referensi dalam penyusunan kebijakan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan apresiasi kepada perempuan yang berperan aktif sebagai agen perubahan di berbagai sektor. Menurutnya, kontribusi perempuan memiliki dampak signifikan dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
“Perempuan Indonesia bukan hanya bagian dari perubahan, tetapi juga penentu masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Apa yang dilakukan hari ini akan membawa dampak besar bagi kehidupan di masa mendatang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Agustina juga mengajak perempuan untuk terus berani mengambil peluang dan berperan aktif dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak datang dengan menunggu, melainkan harus diraih melalui inisiatif dan keberanian.
“Perempuan harus berani mengambil kesempatan dan menentukan keberhasilannya sendiri. Jangan menunggu, tetapi jemput peluang yang ada,” pungkasnya. ***










