Beranda / REGIONAL / KENDAL / Dorong Pariwisata Aman, Mitigasi Risiko Jadi Prioritas Utama

Dorong Pariwisata Aman, Mitigasi Risiko Jadi Prioritas Utama

KENDAL, obyektif.tv – Upaya mendorong pariwisata yang aman dan berkelanjutan terus diperkuat, dengan menempatkan mitigasi risiko sebagai prioritas utama dalam pengelolaan destinasi wisata.

Hal ini mengemuka dalam kegiatan Strategi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Keselamatan pada Destinasi serta Kegiatan MICE yang digelar di Hotel Sae Inn, Kabupaten Kendal, Jumat (1/5/2026).

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menegaskan bahwa potensi wisata alam Indonesia sangat besar, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian terhadap aspek keselamatan wisatawan.

“Objek wisata di Indonesia sangat banyak dengan kekuatan alam yang luar biasa. Tapi secara umum, perhatian terhadap keselamatan wisatawan belum menjadi fokus. Padahal ini sangat penting, karena wisata harus bisa dinikmati dengan rasa aman,” ujarnya.

Menurutnya, mitigasi risiko bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pengelola destinasi dan masyarakat. Edukasi dan sosialisasi dinilai menjadi kunci untuk membangun kesadaran wisatawan dalam menghadapi potensi risiko.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi keselamatan. Informasi mengenai titik rawan, aturan keselamatan, hingga imbauan kewaspadaan dapat disampaikan secara menarik melalui media sosial.

Selain itu, penyampaian informasi secara langsung di lokasi wisata melalui rambu peringatan, papan informasi, hingga pengarahan petugas di lapangan juga harus diperkuat.

Sementara itu, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa keselamatan wisata merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, kata dia, telah memberikan dukungan melalui bimbingan teknis kepada pengelola wisata.

“Kami berharap para pengelola wisata memprioritaskan keselamatan wisatawan. Jika wisatawan merasa aman dan nyaman, maka kepuasan akan tercipta dan promosi akan berjalan secara alami,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengalaman positif wisatawan akan mendorong promosi dari mulut ke mulut yang efektif dalam meningkatkan kunjungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari kalangan akademisi, Bernadeta Lenny Setyowati, menekankan pentingnya kesiapan pengelola dalam menghadapi potensi bencana, termasuk melalui penyusunan SOP, penyediaan peralatan keselamatan seperti APAR, serta edukasi kepada pengunjung.

“Keamanan tidak boleh dikorbankan demi keuntungan jangka pendek. Jika terjadi insiden dan tidak tertangani dengan baik, dampaknya bisa menjadi citra negatif bagi destinasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Moro Berkah, Syahnas Sufah Aninda, menyampaikan bahwa pengelola Pantai Ngebum terus meningkatkan standar keselamatan melalui penyediaan tim SAR, pos pantau, batas aman berenang, serta sistem peringatan bagi pengunjung.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi dilakukan secara langsung di lokasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan pengunjung, terutama anak-anak.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam membangun budaya sadar keselamatan di sektor pariwisata. Dengan mitigasi risiko yang terencana dan kolaborasi lintas pihak, pariwisata di Kendal diharapkan semakin aman, nyaman, dan berdaya saing. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *