KENDAL, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menekankan pentingnya membangun komunikasi tanpa hierarki antara pejabat publik dan masyarakat agar aspirasi dapat terserap secara optimal.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kegiatan bertajuk Strategi Mitigasi Risiko dan Kesiapsiagaan Keselamatan pada Destinasi serta Kegiatan MICE di Kabupaten Kendal, Jumat (1/5/2026).
Samuel menilai, pola komunikasi yang masih menempatkan pejabat dalam posisi terlalu tinggi kerap menjadi penghambat terbukanya dialog dengan masyarakat. Penggunaan sapaan formal berbasis jabatan, menurutnya, sering membuat masyarakat merasa sungkan untuk menyampaikan pendapat.
“Kalau kita terlalu menggunakan hirarki jabatan, masyarakat justru tidak leluasa berbicara. Padahal kami sebagai wakil rakyat sangat membutuhkan masukan langsung,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendekatan komunikasi yang lebih setara perlu dibangun agar hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat tidak berjarak. Dengan komunikasi tanpa hierarki, masyarakat diharapkan lebih berani menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Samuel juga mengakui masih adanya persepsi di masyarakat bahwa kedekatan dengan calon legislatif hanya terjadi saat masa pemilihan. Setelah terpilih, hubungan tersebut dinilai merenggang.
“Ini yang harus kita ubah. Jangan sampai masyarakat merasa tidak didengar karena tidak ada ruang komunikasi yang terbuka,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk membangun hubungan yang lebih egaliter dengan mengedepankan komunikasi sebagai sesama “teman”, bukan semata relasi formal berbasis jabatan.
Melalui komunikasi tanpa sekat, Samuel berharap kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. ***










