Beranda / LIFESTYLE / MUSIK / Musisi Lokal Semarang Didorong Siap Masuk Industri Musik Nasional

Musisi Lokal Semarang Didorong Siap Masuk Industri Musik Nasional

SEMARANG, obyektif.tv – Musisi lokal Kota Semarang terus didorong agar mampu bersaing dan masuk ke industri musik nasional. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui gelaran Kurasi Musik Semarang Vol. 02 yang berlangsung di Coffee Edenia, Jalan Abdul Rahman Saleh No. 515, Semarang Barat, Minggu (10/5/2026) malam.

Kegiatan ini menghadirkan empat penampil asal Semarang, yakni Asvara, YPHP, Gogor Moore, dan Sunshine on The Hill. Selain live performance, acara juga diisi sesi kurasi dan talkshow bersama kurator musik nasional.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengatakan Pemerintah Kota Semarang terus berkomitmen memberikan ruang dan fasilitasi bagi anak muda kreatif, khususnya di bidang musik.

Menurutnya, perkembangan musik di Kota Semarang menunjukkan potensi besar. Karena itu, para musisi muda perlu mendapat dukungan agar mampu berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami ingin anak-anak muda Semarang terus kreatif dan menghasilkan inovasi. Pemerintah Kota Semarang akan terus membuka ruang bagi perkembangan kreativitas anak muda, termasuk di bidang musik,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan seperti Kurasi Musik Semarang menjadi wadah penting untuk melahirkan talenta-talenta baru yang dapat membawa nama Kota Semarang lebih dikenal di industri musik nasional.

“Teruslah berkarya, karena kami akan melihat potensi anak-anak muda Semarang yang bisa dibawa ke tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kurasi Musik Semarang Vol. 02, Sulistyono, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menjembatani musisi lokal agar memiliki wadah pengembangan karya dan akses menuju industri musik yang lebih luas.

Menurutnya, banyak musisi di Semarang yang telah memiliki karya, namun belum mendapatkan ruang pembinaan maupun evaluasi profesional.

“Kurasi Musik Semarang hadir untuk memberikan ruang bagi musisi lokal agar karya mereka bisa berkembang dan lebih siap masuk industri musik nasional,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan tiga kurator nasional dari Jakarta, yakni Ully Dalimunthe, Emtee Blackmore, dan Safir BianGindas. Mereka memberikan penilaian sekaligus masukan terkait karya dan penampilan para peserta.

“Harapannya para musisi mendapatkan evaluasi yang tepat agar karya mereka bisa lebih sesuai dengan kebutuhan pasar industri musik nasional,” jelasnya.

Sulistyono menambahkan, pihaknya membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, pemerintah, hingga pihak swasta untuk bersama-sama mendukung perkembangan ekosistem musik dan ekonomi kreatif di Kota Semarang.

“Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin mendukung kegiatan positif bagi perkembangan musik dan karya anak muda Semarang, baik komunitas, pemerintah, instansi maupun swasta,” pungkasnya.

Melalui Kurasi Musik Semarang Vol. 02, para musisi lokal tidak hanya mendapatkan ruang tampil, tetapi juga kesempatan memperoleh masukan langsung dari kurator nasional guna meningkatkan kualitas karya mereka. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem musik kreatif di Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi musisi daerah untuk menembus industri musik nasional. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *