KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha, menegaskan kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan di setiap kecamatan harus mampu merangkul perempuan dan generasi muda dalam struktur organisasi partai.
Hal tersebut disampaikan Ngesti saat membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang di Wahid Bandungan Hotel and Resort, Minggu (24/5/2026).
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam kepengurusan menjadi salah satu perhatian utama partai. Ia menyebut komposisi pengurus perempuan minimal harus mencapai 30 persen dalam susunan kepengurusan PAC.
“Khusus untuk ketua PAC, siapapun nanti yang terpilih menjadi ketua pengurus anak cabang di masing-masing kecamatan harus juga mengakomodir pengurus lama, pengurus perempuan minimal 30 persen. Kalau jumlahnya nanti 11 pengurus, berarti empat orang perempuan,” ujarnya.
Selain keterwakilan perempuan, Ngesti juga meminta kepengurusan baru dapat membuka ruang lebih luas bagi anak muda untuk terlibat aktif dalam organisasi partai.
“Serta nanti juga merangkul anak muda untuk masuk ke kepengurusan,” paparnya.
Ia menjelaskan, Musancab digelar sebagai bagian dari konsolidasi internal partai sesuai instruksi DPP dan DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 19 kecamatan se-Kabupaten Semarang.
“Masa kepengurusan anak cabang sudah selesai dan hari ini kita menata kembali kepengurusan anak cabang. Ini dijaring, disaring, kemudian kami serahkan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Rekomendasi ada di DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah,” katanya.
Ngesti menambahkan, proses pengisian kepengurusan PAC berjalan kondusif dan sesuai aturan partai. Setelah penataan di tingkat kecamatan selesai, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang akan melanjutkan penataan kepengurusan ranting di tingkat desa dan kelurahan.
“Setelah nanti pengisian kepengurusan anak cabang selesai, akan dilanjutkan menata pengurus ranting atau tingkat desa yang jumlahnya ada 235 desa dan kelurahan se-Kabupaten Semarang,” tandasnya. ***










