GROBOGAN, obyektif.tv – Karya Bhakti Mandiri (KBM) Tahap VIII Tahun 2026 di Desa Mojoagung, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, resmi ditutup pada Kamis (9/7/2026). Program kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Grobogan, pemerintah desa, dan masyarakat tersebut berhasil menuntaskan seluruh sasaran pembangunan dalam waktu satu pekan berkat kuatnya semangat gotong royong.
Selama pelaksanaan KBM, personel TNI bersama warga bergotong royong menyelesaikan berbagai sasaran fisik, meliputi pengecoran jalan sepanjang 400 meter, rehabilitasi dua musala, rehabilitasi dua pos kamling, serta pembangunan enam unit jamban sehat bagi masyarakat.
Kepala Desa Mojoagung, Siswanto, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan program. Bahkan, pekerjaan dilakukan hingga malam hari agar seluruh target pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Pelaksanaan dimulai tanggal 10 dan selesai hanya satu minggu. Pekerjaan dilakukan hingga malam hari demi menyelesaikan pembangunan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Dusun Lejok, Pemerintah Kabupaten Grobogan, Dispermades, Kodim 0717/Grobogan, serta semua pihak yang telah bergotong royong,” ujarnya.
Menurut Siswanto, kehadiran program KBM sangat membantu pemerintah desa, terutama di tengah berkurangnya alokasi Dana Desa pada 2026. Dukungan Pemerintah Kabupaten Grobogan bersama Kodim 0717/Grobogan memungkinkan pembangunan infrastruktur tetap berjalan dan menjangkau lebih banyak kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Desa Mojoagung juga menambah bantuan jambanisasi dari lima menjadi enam unit agar seluruh warga yang membutuhkan dapat menikmati fasilitas sanitasi yang layak.
Sementara itu, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0717/Grobogan, Mayor Cba A.M. Ichfani, menegaskan bahwa Karya Bhakti Mandiri bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan juga upaya memperkuat budaya gotong royong di tengah masyarakat.
“Kegiatan Karya Bhakti Mandiri bukan merupakan suatu proyek semata. Yang lebih penting adalah memberdayakan masyarakat dan menggerakkan kembali semangat gotong royong dalam membangun desa,” katanya.
Ia menambahkan, KBM merupakan wujud komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan warga. Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dijaga karena menjadi modal sosial penting dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Kita harus bangga memiliki tradisi gotong royong. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat menjadi ringan, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun Kabupaten Grobogan,” pungkasnya.
Program Karya Bhakti Mandiri di Kabupaten Grobogan telah berlangsung selama 18 tahun sebagai bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Kodim 0717/Grobogan dalam mempercepat pembangunan desa. Selain menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, program tersebut juga diharapkan terus menumbuhkan kepedulian, kebersamaan, dan budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. ***




