SEMARANG, obyektif.tv – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah mengingatkan insan pers agar mampu memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu kerja, tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik. Wartawan dituntut menguasai teknologi, bukan justru bergantung atau dikendalikan oleh AI.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan PWI Jawa Tengah bekerja sama dengan PT Semen Gresik di Hotel Whiz Semarang, Selasa-Rabu (21–22/7/2026). Sebanyak 18 peserta mengikuti UKW pada jenjang Muda, Madya, dan Utama.
Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, menegaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, tidak boleh menggeser peran utama wartawan sebagai pencari, pengolah, dan penyaji informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Sebagai wartawan harus mengendalikan AI, bukan dikendalikan AI. Sesuai Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025, AI hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti tugas jurnalistik,” tegas pria yang akrab disapa Iwan.
Menurutnya, selain menguasai teknologi, wartawan juga harus memiliki kompetensi teknis dan menjunjung tinggi etika profesi. Seorang jurnalis wajib mematuhi Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, serta berbagai pedoman pemberitaan, termasuk Pedoman Pemberitaan Ramah Anak dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.
Iwan mengatakan, UKW menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan wartawan memiliki standar kompetensi yang sesuai dengan tuntutan profesi sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan industri media yang semakin dinamis.
Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, menambahkan bahwa sejak pertama kali dilaksanakan pada Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Palembang, UKW PWI telah melahirkan lebih dari 21 ribu wartawan berkompeten di Indonesia.
Menurutnya, meski materi uji terus mengikuti perkembangan platform media dan teknologi digital, nilai-nilai dasar jurnalistik tetap menjadi fondasi utama.
“Produk jurnalistik yang berkualitas akan tetap menjadi rujukan masyarakat di tengah kepungan konten media sosial. Karena itu, wartawan harus mampu menghasilkan karya yang akurat, objektif, dan berimbang sehingga memberikan manfaat bagi publik,” ujar Sasongko yang juga bertindak sebagai asesor UKW.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas insan pers juga datang dari PT Semen Gresik. Senior Manager Communications & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, mengatakan perusahaan memandang pers sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.
Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital yang berpotensi memunculkan disinformasi, keberadaan wartawan yang kompeten dan berintegritas menjadi kebutuhan penting.
“Narasi yang edukatif, berimbang, dan kredibel akan lahir dari wartawan yang berkompeten, berintegritas, dan teruji. Karena itu kami berkomitmen mendukung penyelenggaraan UKW ini,” ujar Taufik.
Ia berharap sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, korporasi, dan insan pers mampu melahirkan informasi yang konstruktif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap media.
Pembukaan UKW turut dihadiri Kompol Riyanto mewakili Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kapten Utadi mewakili Kapendam IV/Diponegoro, perwakilan Dinas Komunikasi dan Digital Provinsi Jawa Tengah, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS, Sekretaris PWI Jawa Tengah Achmad Ris Ediyanto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, serta Ketua Badan Khusus UKW PWI Jawa Tengah R. Widiyartono. ***










