Beranda / REGIONAL / SALATIGA / Sekda Jateng Buka Rakorkomwil III Apeksi 2026, Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Sekda Jateng Buka Rakorkomwil III Apeksi 2026, Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

SALATIGA, obyektif.tv – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Tahun 2026 di Wahid Prime Salatiga, Kamis (23/7/2026).

Rakorkomwil III Apeksi diikuti perwakilan dari 25 pemerintah kota yang berasal dari lima provinsi. Forum tersebut menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk menyusun langkah strategis dalam memperkuat pembangunan perkotaan sekaligus meningkatkan sinergi antardaerah.

Dalam sambutannya, Sumarno mengapresiasi peran strategis kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan perkembangan wilayah di sekitarnya. Menurutnya, kemajuan kota akan memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan daerah maupun nasional.

“Saya sepakat dengan tema rakor ini, kalau kota maju maka Indonesia juga maju. Kota itu menjadi episentrum dan penggerak efisiensi kemajuan suatu wilayah,” ujar Sumarno di hadapan para wali kota peserta Rakorkomwil III Apeksi.

Meski demikian, Sumarno menilai pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kapasitas fiskal dan optimalisasi pendapatan daerah. Ia menjelaskan, sebagian besar sumber pendapatan daerah masih bertumpu pada sektor konsumsi, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dan Pajak Rokok.

Sementara itu, potensi penerimaan yang berbasis investasi, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh), masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan bagi daerah untuk terus mencari inovasi dalam meningkatkan kemandirian fiskal.

Selain persoalan fiskal, Sumarno juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ia mendorong setiap pemerintah daerah menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya melalui edukasi kepada masyarakat agar terbiasa mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah tangga.

“Jadi mungkin yang harus kita lakukan adalah bagaimana mengolah sampah ini lebih secara wilayah-wilayah penghasil sampah. PR yang pertama adalah bagaimana kita untuk menyadarkan masyarakat di hulunya, produksi sampahnya, memilahnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komwil III Apeksi yang juga Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan Rakorkomwil III Apeksi merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Apeksi Tahun 2026 di Medan yang menghasilkan sepuluh rekomendasi strategis.

Rekomendasi tersebut meliputi penguatan kapasitas fiskal dan reformasi keuangan daerah, penguatan tata ruang, peningkatan kerja sama antardaerah, hingga penguatan advokasi hukum dan kepastian regulasi.

Farhan menambahkan, Komwil III Apeksi juga telah menyusun program kerja tahun 2026 yang berfokus pada climate and urban resilience, governance and fiscal reform, capacity building, serta youth and innovation.

Ia mengajak seluruh wali kota anggota Komwil III Apeksi untuk mengawal seluruh rekomendasi dan program kerja tersebut agar dapat diwujudkan dalam kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Satu langkah, kuatkan kota, majukan Indonesia,” ujar Farhan. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *