BATANG, obyektif.tv – Lintasan baru sepanjang 5,3 kilometer di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menjadi tantangan bagi lebih dari 110 pereli dari berbagai daerah dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sprint Rally Putaran 4, Jumat (25/9/2026).
Lintasan yang berada di kawasan industri dengan panorama Laut Jawa tersebut menghadirkan karakter baru bagi para peserta. Selain menguji kemampuan para pereli, kehadiran trek baru itu turut membuka peluang pengembangan sport tourism di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Batang.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pereli yang datang dari berbagai wilayah untuk menjajal lintasan tersebut. Jumlah peserta kali ini juga meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang belum mencapai 100 pereli.
Salah seorang peserta asal Batam, Kepulauan Riau, Bintang Barlean, mengaku senang dapat menjajal lintasan baru di Batang. Menurutnya, kehadiran trek baru memberikan pengalaman sekaligus tantangan tersendiri bagi para pereli.
“Kali ini di Batang trek baru juga. Suatu hal yang menyenangkan bagi kami para driver kalau dibuatkan trek-trek baru,” kata Bintang.
Bintang telah menekuni dunia reli selama sekitar delapan tahun, sejak berusia 13 tahun. Meski belum banyak menggali informasi mengenai karakter lintasan Batang, ia mengaku siap menghadapi persaingan.
Menurutnya, persiapan fisik menjadi salah satu faktor penting sebelum berlaga. Selain itu, kondisi kendaraan juga harus dipastikan melalui pengecekan secara menyeluruh.
Pada tahun ini, Bintang membidik gelar juara nasional Grup M. Ia juga menyambut positif jika lintasan di Batang kembali digunakan untuk penyelenggaraan seri berikutnya.
“Kalau memang dibuat lagi seperti ini, pasti kami para driver langsung support,” ujarnya.
Kejurnas Sprint Rally Putaran 4 diikuti lebih dari 110 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antara lain berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Banten, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, hingga Kepulauan Riau.
Sejumlah pereli dari luar Jawa, termasuk peserta asal Kalimantan dan juara bertahan tahun sebelumnya, turut meramaikan persaingan di lintasan baru tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, tingginya jumlah peserta dari berbagai daerah menunjukkan besarnya minat terhadap kejuaraan reli di Jawa Tengah.
Menurutnya, penyelenggaraan Kejurnas Sprint Rally di KEK Industropolis Batang juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut tidak hanya memiliki fungsi sebagai pusat investasi dan industri, tetapi dapat dikembangkan untuk kegiatan pariwisata olahraga.
“KEK Batang ini bukan hanya tempat investasi. Tidak hanya tempat logistik berkait dengan investasi, tapi juga ada pariwisata, yang di dalamnya ada sport tourism,” ujarnya.
Luthfi mengatakan antusiasme peserta terhadap lintasan baru menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong penyelenggaraan kejuaraan serupa pada masa mendatang.
Ia berharap kegiatan olahraga otomotif tidak hanya menjadi ajang kompetisi dan penyaluran hobi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Menurutnya, keberadaan event olahraga dapat mendatangkan pengunjung sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sehingga secara tidak langsung masyarakat akan terbantu. Tidak hanya hobi, tetapi juga sport tourism di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Batang,” tandasnya. ***





