SEMARANG, obyektif.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong peningkatan produktivitas Sentra Bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Pengembangan potensi bandeng di kawasan pesisir tersebut dinilai perlu didukung dengan penguatan peralatan pengolahan, penataan akses kawasan, hingga perluasan pasar.
Hal itu disampaikan Agustina saat menghadiri Festival Kali Tenggang di Tambakrejo, Minggu (20/9/2026). Menurutnya, pengembangan sentra bandeng perlu dilakukan secara bertahap melalui sinergi Pemerintah Kota Semarang, Dinas Ketahanan Pangan, perguruan tinggi, dan pelaku UMKM.
“Saya ingin produktivitas bandeng Kelurahan Tambakrejo ini bisa terus meningkat dan berkembang. Nanti kebutuhan pengembangannya disampaikan bertahap, agar kita bersama Dinas Ketahanan Pangan bisa memetakan intervensi yang paling tepat,” ujar Agustina.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah peralatan pengolahan, termasuk mesin presto dengan kapasitas lebih besar. Agustina menyebut kerja sama Pemkot Semarang dengan sejumlah perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan teknologi dan peralatan bagi pelaku UMKM.
“Yang dibutuhkan apa? Panci untuk presto yang besar? Atau apa? Pemerintah Kota Semarang ada kerja sama dengan beberapa universitas yang memproduksi mesin-mesin untuk teman-teman UMKM,” katanya.
Selain peralatan produksi, Agustina menyoroti akses menuju sentra bandeng yang masih menghadapi persoalan genangan. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat aktivitas warga dan pembeli yang datang ke kawasan tersebut.
Persoalan lain yang perlu ditangani adalah keterbatasan fasilitas kantong parkir. Pengunjung yang datang membeli produk bandeng masih memanfaatkan badan jalan untuk memarkir kendaraan.
Agustina meminta kebutuhan penataan kawasan tersebut disampaikan melalui pihak kecamatan agar dapat dicatat dalam perencanaan APBD 2027. Ia menekankan, penanganan genangan tidak cukup dilakukan pada satu titik, tetapi perlu ditangani secara menyeluruh di sepanjang jalur akses menuju sentra bandeng.
“Yang penting jalannya diberesin supaya tidak terendam. Solusinya harus di sepanjang jalur itu,” tegas Agustina.
Ia menambahkan, anggaran daerah pada dasarnya merupakan dana masyarakat yang dikembalikan dalam bentuk program pembangunan dan peningkatan kualitas hidup warga.
“APBD itu berasal dari uang warga Kota Semarang untuk warga Kota Semarang. Yang penting, usulannya disampaikan, nanti kita tata supaya kehidupan masyarakat di sini menjadi lebih bahagia,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga turut membeli produk olahan bandeng dari warga untuk dibagikan kepada sejumlah tokoh masyarakat. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya memperluas promosi produk bandeng Tambakrejo.
“Tadi saya sudah borong bandengnya untuk para tokoh masyarakat, biar bandengnya beredar keluar, orang bisa mencicipi kalau bandeng di sini enak dan makin banyak yang beli ke sini,” ujar Agustina.
Tak hanya produk bandeng, Agustina juga membeli 100 cangkir es teh dari pedagang lokal untuk dibagikan secara gratis kepada warga yang hadir dalam festival.
Festival Kali Tenggang turut diramaikan berbagai kegiatan masyarakat, antara lain Lomba Taman Toga, lomba peragaan busana berbahan daur ulang sampah, serta lomba egrang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan aktivitas warga sekaligus memperkenalkan potensi kawasan Tambakrejo. ***







