SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang mendorong penyelenggaraan Semarang Great Event (SGE) 2026 tidak sekadar menjadi rangkaian agenda hiburan, tetapi mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi kota selama sebulan penuh.
SGE 2026 resmi dibuka di Mall 23 Semarang, Minggu (4/10/2026). Tahun ini, SGE dikembangkan dari konsep Semarang Great Sale menjadi festival kota yang mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pariwisata, budaya, olahraga hingga ekonomi kreatif.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, konsep tersebut dirancang untuk membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, transportasi hingga sektor pariwisata.
“Semarang memiliki banyak wajah: budaya, kuliner, olahraga, kreativitas, komunitas, dan pariwisata. Kita tidak sekadar mengajak orang datang ke Semarang, kita mengajak mereka mengalami Semarang,” ujar Agustina.
Mengusung tema Celebrate the City, Empower the Economy, SGE 2026 diarahkan menjadi ruang pertemuan antara produk lokal dan pasar. Beragam agenda yang digelar sepanjang Oktober diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan wisatawan sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi pelaku usaha.
Menurut Agustina, ketika masyarakat dan wisatawan hadir dalam berbagai kegiatan SGE, perputaran ekonomi diharapkan tidak berhenti pada lokasi acara. Dampaknya dapat meluas ke hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh hingga destinasi wisata.
Penguatan ekosistem ekonomi tersebut juga sejalan dengan program Waras Ekonomi. Hingga 27 September 2026, tercatat sebanyak 1.004 akun UMKM telah terdaftar, dengan 555 akun di antaranya telah terverifikasi.
Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga telah memfasilitasi 100 sertifikat halal dan 50 sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk lokal.
“Semarang Great Event saya harapkan menjadi ruang bertemunya produk dengan pasar, pelaku usaha dengan konsumen, komunitas dengan ruang kreativitas, dan wisatawan dengan pengalaman baru,” kata Agustina.
Dampak penyelenggaraan event terhadap aktivitas ekonomi juga mendapat perhatian dari Ketua KADIN Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara. Ia menilai event yang digelar secara konsisten dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor usaha.
“Kalau event-nya jalan, hotel, restoran, toko oleh-oleh, transport, semua enggak ada yang sepi,” ujarnya.
Arnaz mengatakan, SGE 2026 sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Kota Semarang sebagai destinasi event atau event destination. Dengan semakin banyak agenda berskala kota, Semarang dinilai memiliki peluang lebih besar menarik pengunjung dari luar daerah.
SGE 2026 merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Semarang dan KADIN Kota Semarang bersama dunia usaha, pelaku pariwisata, asosiasi serta komunitas.
Puluhan agenda dijadwalkan berlangsung sepanjang Oktober. Sejumlah kegiatan yang masuk dalam rangkaian SGE 2026 antara lain Semarang Cocoa Day, Central Java Health & Wellness Expo, Festival Dalang Anak dan Remaja, Semarang Hitz Market hingga PHRI Vaganza.
Rangkaian agenda tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan transaksi, memperluas jejaring pelaku usaha dan membuka peluang kolaborasi baru.
Agustina berharap SGE 2026 dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kota sekaligus memperkuat citra Semarang sebagai kota yang memiliki daya tarik budaya, wisata, kreativitas dan aktivitas ekonomi.
Dengan demikian, SGE diharapkan tidak berhenti sebagai festival tahunan, melainkan berkembang menjadi ekosistem event yang mampu menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, komunitas dan wisatawan dalam satu gerak ekonomi kota. ***





