Beranda / OLAHRAGA / Bawa Pulang Empat Medali Asian Games 2026, Atlet Takraw Jateng Siap Bidik Emas PON

Bawa Pulang Empat Medali Asian Games 2026, Atlet Takraw Jateng Siap Bidik Emas PON

SEMARANG, obyektif.tv – Empat atlet sepak takraw Jawa Tengah yang turut menyumbangkan empat medali bagi kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kembali ke tanah air. Raihan tersebut menjadi modal penting bagi Jawa Tengah untuk menatap target prestasi berikutnya, termasuk membidik medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Empat atlet tersebut yakni Yudha Aswinatama asal Kabupaten Demak yang meraih medali perak nomor quadrant event putra, Dini Mitasari asal Kabupaten Jepara yang menyumbangkan perunggu nomor tim putri, M Ubaidur Rohman asal Kabupaten Jepara yang turut meraih perunggu nomor beregu putra, serta Frisca Kharisma asal Kabupaten Banyumas yang mempersembahkan perunggu nomor quadrant event putri.

Yudha, Dini dan Ubaidur tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Senin (5/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka sebelumnya terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah menyelesaikan tugas memperkuat kontingen Merah Putih di Jepang.

Sementara Frisca Kharisma pulang secara terpisah menuju Kabupaten Banyumas menggunakan moda transportasi kereta api.

Kepulangan tiga atlet di Bandara Ahmad Yani disambut jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Tengah, Pengprov Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jawa Tengah, serta keluarga para atlet.

Sekretaris Umum KONI Jawa Tengah Budi Santoso hadir mewakili Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko. Ia didampingi Wasekum Bayu Eka Erdiyan, Kabid Binpres Agus Raharjo, Wakabid Binpres David Hasian B Sinaga dan Erlangga Ardianza W, serta Kabid Humas Agus Hermanto.

Kepala Dispora Jawa Tengah Aria Chandra Destianto dan Ketua Umum Pengprov PSTI Jateng Agung Hariyadi turut menyambut para atlet. Prosesi penyambutan ditandai dengan pengalungan rangkaian bunga dan pemberian ucapan selamat.

Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet sepak takraw Jawa Tengah yang mampu mempersembahkan medali pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

“KONI Jateng memberikan apresiasi yang luar biasa kepada para atlet sepak takraw yang meraih medali pada Asian Games lalu,” ujar Budi.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi dorongan bagi KONI Jawa Tengah untuk terus memperkuat pembinaan atlet agar mampu mencetak prestasi di level yang lebih tinggi.

“Prestasi mereka tentu menjadi pemicu KONI Jateng untuk membina atlet yang lebih baik lagi agar ke depannya bisa berprestasi di ajang yang lebih tinggi seperti Olimpiade,” sambungnya.

Dari cabang sepak takraw, atlet Jawa Tengah memberikan kontribusi empat medali bagi Indonesia, terdiri atas satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Kepala Dispora Jawa Tengah Aria Chandra Destianto mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Jawa Tengah. Ia menilai prestasi para atlet sekaligus membuktikan keberhasilan proses pembinaan olahraga di daerah.

“Alhamdulillah atlet takraw Jateng sukses menyumbang medali untuk Indonesia di ajang Asian Games. Ini menjadi kebanggaan kita semua, terutama masyarakat Jawa Tengah,” kata Aria.

Aria menambahkan, para atlet sepak takraw tersebut merupakan hasil pembinaan dari Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah.

“Perlu diketahui bahwa para atlet takraw itu merupakan hasil didikan dari PPLOP Jawa Tengah. Hari ini mereka membuktikan bahwa mereka adalah yang terbaik,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PSTI Jateng Agung Hariyadi menilai raihan empat medali di Asian Games 2026 menjadi bukti sepak takraw Jawa Tengah mampu mempertahankan tradisi prestasi di level internasional.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya, termasuk PON 2028.

“Prestasi ini harus kita jaga dan tingkatkan. Mudah-mudahan untuk event ke depan, atlet kita bisa meraih prestasi yang lebih baik seperti medali emas pada ajang internasional,” ujar Agung.

Menghadapi PON 2028, PSTI Jawa Tengah bahkan telah memasang target tiga medali emas. Target tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempertahankan tradisi emas Jawa Tengah di cabang sepak takraw.

“Kita sangat siap sekali menghadapi PON mendatang. Bahkan, kami menargetkan tiga emas. Mudah-mudahan target tersebut terpenuhi sekaligus juga menjaga tradisi emas untuk Jateng,” kata Agung.

Bagi Yudha Aswinatama, medali perak yang diraihnya di Asian Games 2026 menjadi pencapaian istimewa. Pasalnya, ajang di Jepang tersebut merupakan debutnya di Asian Games dan langsung menghasilkan medali bagi Indonesia.

“Tentu saja saya sangat bangga. Karena ini kali pertama saya mengikuti Asian Games dan langsung dapat medali. Tapi, saya tidak akan berpuas diri,” ujar Yudha.

Menurut Yudha, persaingan di Asian Games berlangsung sangat ketat. Karena itu, pengalaman yang diperolehnya akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan menghadapi kompetisi selanjutnya.

“Dari Asian Games ini saya bisa mengambil pelajaran dan pengalaman berharga untuk memperbaiki diri,” imbuhnya.

Senada, Dini Mitasari mengatakan persaingan sepak takraw di Asian Games 2026 sangat ketat. Thailand dan Korea Selatan menjadi sejumlah negara yang memiliki kekuatan kuat sehingga membutuhkan persiapan lebih matang untuk mengimbanginya.

Dini menyebut persiapan menuju Asian Games kali ini hanya berlangsung sekitar tiga bulan. Waktu tersebut lebih singkat dibandingkan persiapan pada ajang sebelumnya yang bisa mencapai sekitar 10 bulan.

“Kita persiapan menghadapi Asian Games ini cuma tiga bulan. Padahal, sebelum-sebelumnya persiapan kita bisa sampai 10 bulan. Tapi alhamdulillah masih bisa meraih medali,” kata Dini.

“Untuk ke depannya, agar kita bisa bersaing dengan negara lain, butuh persiapan yang lebih matang,” imbuhnya.

Raihan empat medali sepak takraw tersebut menjadi bagian dari kontribusi atlet Jawa Tengah bagi kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Secara keseluruhan, Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 dengan total 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak dan 23 perunggu.

Dari total tersebut, atlet-atlet Jawa Tengah menyumbangkan 11 medali dari sejumlah cabang olahraga. Rinciannya, satu emas dari panahan, satu emas dan satu perunggu dari bulu tangkis, satu perak dari menembak, dua perunggu dari wushu, satu perunggu dari soft tenis, serta satu perak dan tiga perunggu dari sepak takraw.

Dengan modal empat medali Asian Games 2026, sepak takraw Jawa Tengah kini menatap tantangan berikutnya. Target tiga emas di PON 2028 menjadi sasaran yang ingin diwujudkan sekaligus menjaga tradisi prestasi cabang olahraga tersebut untuk Jawa Tengah. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *