Beranda / OLAHRAGA / Turnamen Catur Cepat 10 Menit Warnai 7th Anniversary Pujasera Jabal Asri

Turnamen Catur Cepat 10 Menit Warnai 7th Anniversary Pujasera Jabal Asri

KENDAL, obyektif.tv – Gemerlap lampu malam di kawasan Bumi Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, mengiringi persaingan puluhan pecatur dalam Turnamen Catur Cepat 10 Menit di Pujasera Jabal Asri, Selasa (20/10/2025) malam. Di ruang terbuka pusat kuliner tersebut, para peserta mengadu strategi dan ketepatan mengambil keputusan untuk memperebutkan posisi terbaik.

Turnamen ini digelar sehari setelah perayaan ulang tahun ke-7 Pujasera Jabal Asri, salah satu unit usaha kuliner di bawah naungan Yayasan Al Ikhlas Al Asyariyyah yang mulai beroperasi sejak 19 Oktober 2019. Mengusung tema “7 Years of Good Coffee Good Mood”, perayaan tersebut tidak hanya menjadi momentum bagi pengelola untuk menandai perjalanan usaha, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang mempertemukan komunitas olahraga dan masyarakat.

Puluhan peserta dari Kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Brangsong ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Pertandingan berlangsung dengan format catur cepat berdurasi 10 menit tanpa tambahan waktu (increment) pada setiap langkah. Penyelenggara juga menerapkan Sistem Swiss dengan mengacu pada regulasi Federasi Catur Internasional (FIDE).

Ketua Persatuan Catur Kaliwungu (Percaka) sekaligus ketua penyelenggara, Totok Sutriyanto, mengatakan turnamen tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan hari jadi Pujasera Jabal Asri. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembinaan pecatur di wilayah Kaliwungu dan sekitarnya.

“Turnamen ini diadakan setiap tahun dalam rangka ulang tahun Pujasera. Kami menggunakan sistem FIDE 2023,” ujar Totok.

Menurut dia, kompetisi semacam ini penting untuk memberikan ruang bagi para penghobi catur agar dapat mengasah kemampuan sekaligus mengukur kualitas permainan melalui pertandingan langsung. Penyelenggara menyiapkan uang pembinaan bagi tiga peserta terbaik yang berhasil menempati posisi juara pertama, kedua, dan ketiga.

Di bawah penerangan lampu kawasan pujasera, konsentrasi para peserta terlihat sepanjang pertandingan. Mereka mengamati posisi bidak, memperhitungkan kemungkinan langkah lawan, dan menyusun strategi untuk mempertahankan keunggulan. Format permainan yang membatasi waktu menuntut setiap pecatur mengambil keputusan secara cermat tanpa kehilangan momentum.

Setelah melewati lima babak pertandingan hingga menjelang tengah malam, Sugiyanto, pecatur asal Wonorejo, Kaliwungu, berhasil keluar sebagai juara pertama. Hasil tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Sugiyanto yang telah berpengalaman mengikuti berbagai kompetisi catur di tingkat daerah.

Sugiyanto mengapresiasi dukungan pengelola Pujasera Jabal Asri yang secara konsisten memberikan ruang bagi komunitas catur untuk berkompetisi. Menurut dia, turnamen lokal seperti ini memiliki arti penting karena membuka kesempatan bagi pecatur setempat untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing dengan pemain dari wilayah lain.

“Kami dari kalangan penghobi dan pecinta catur mengucapkan terima kasih kepada Pak Haji yang selalu mendukung melalui pertandingan seperti ini. Kegiatan ini bisa mengangkat pecatur-pecatur lokal, terutama dari Kaliwungu,” kata Sugiyanto.

Ia juga menyoroti potensi para pecatur yang rutin berlatih di sejumlah tempat, termasuk basecamp Supit Pak Sodik. Menurut dia, komunitas tersebut memiliki pemain-pemain dengan kemampuan yang patut diperhitungkan dalam kompetisi.

Sugiyanto berharap turnamen serupa terus digelar sehingga pembinaan pecatur lokal dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia juga menyampaikan harapan agar Pujasera Jabal Asri semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga ulang tahun Pujasera semakin maju, semakin jaya, dan semakin berkah,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola Pujasera Jabal Asri, Haji Alexs Khodhirin, menegaskan dukungannya terhadap kegiatan olahraga lokal. Penyelenggaraan turnamen catur tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen pengelola dalam menghadirkan aktivitas positif yang dapat mempererat hubungan antarkomunitas.

Bagi Pujasera Jabal Asri, perayaan ulang tahun tidak hanya berkaitan dengan perjalanan usaha kuliner, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Turnamen catur diharapkan dapat menjadi agenda yang terus berlanjut sekaligus mendorong minat terhadap olahraga yang mengandalkan konsentrasi, strategi, dan ketajaman berpikir tersebut.

Melalui kompetisi ini, Percaka dan pengelola Pujasera Jabal Asri berharap semakin banyak pecatur lokal mendapatkan kesempatan bertanding dan mengembangkan kemampuan. Dari pertandingan di tingkat komunitas, diharapkan muncul bibit-bibit potensial yang kelak mampu bersaing pada kejuaraan dengan tingkat persaingan lebih tinggi. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *