Beranda / NEWS / Jelang Hari Santri 2026, Gus Yasin Gerakkan Roan di 117 Pesantren Jawa Tengah

Jelang Hari Santri 2026, Gus Yasin Gerakkan Roan di 117 Pesantren Jawa Tengah

PEMALANG, obyektif.tv – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menggerakkan aksi bersih-bersih atau roan di 117 pondok pesantren (ponpes) di Jawa Tengah menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Gerakan ini menjadi upaya menanamkan kepedulian terhadap kebersihan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan pesantren.

Kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan lingkungan pesantren sebagai titik awal pembiasaan perilaku hidup bersih dan pengelolaan sampah.

Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, mengatakan, kebersihan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari. Karena itu, gerakan roan diharapkan dapat membangun kesadaran santri untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengolah sampah agar memiliki nilai guna.

Menurutnya, kepedulian terhadap sampah perlu dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk ketika masyarakat mengikuti kegiatan keagamaan seperti pengajian. Setiap orang diharapkan bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dengan membawa, mengumpulkan, dan membuangnya pada tempat yang sesuai.

“Yang non-daur ulang bisa dikembangkan menjadi maggot, menjadi pakan ternak. Ini semuanya harus kita olah. Dimulai dari kapan? Dari hari ini. Dimulai dari mana? Dari pesantren ini,” ujar Gus Yasin.

Ia menjelaskan, sampah plastik yang masih dapat dimanfaatkan bisa didaur ulang menjadi berbagai produk kreatif. Sementara itu, sampah organik dapat diolah melalui budidaya maggot untuk mendukung kebutuhan pakan ternak.

Gus Yasin berharap pesantren dapat menjadi pelopor budaya bersih di tengah masyarakat. Pembiasaan yang dilakukan di lingkungan pendidikan tersebut diharapkan membentuk karakter santri agar tetap menjaga kebersihan dan bertanggung jawab terhadap sampah, baik di dalam maupun di luar pesantren.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, Saiful Mujab, mengatakan, gerakan roan dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di Pemalang, sedangkan pelaksanaan di daerah dikoordinasikan bersama pemerintah kabupaten/kota untuk menentukan pesantren yang menjadi lokasi kegiatan.

Selain aksi bersih-bersih, kegiatan di Ponpes Roudhotul Mubtadiin juga diisi dengan penyaluran bantuan kepada pesantren dan masyarakat serta pelayanan kesehatan. Layanan tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program Spesialis Keliling (Speling).

Kegiatan ini turut memberikan pengalaman bagi para santri untuk berinteraksi langsung dengan jajaran pemerintah daerah. Salah satunya Muhammad Anugerah Vito, yang menerima peci dari Gus Yasin. Ia mengaku senang dapat mengikuti kegiatan roan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Menjelang Hari Santri Nasional 2026, Vito berharap momentum tersebut dapat mendorong para santri untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Semoga bisa merubah diri kita yang menjadi lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menyerahkan bantuan rehabilitasi Ponpes Raudhatul Mubtadi’in Pemalang senilai Rp20 juta serta paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *