Beranda / LIFESTYLE / SENI BUDAYA / Menikmati Harmoni Kemegahan Pagelaran Santri Laju di Taman Madrasah Budaya Pungkuran

Menikmati Harmoni Kemegahan Pagelaran Santri Laju di Taman Madrasah Budaya Pungkuran

JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv

BUNYI tetabuhan mistis gamelan berpadu harmonis dengan entakan modern gitar, bass, kibor, dan drum, mengalun megah membawakan lagu Laskar Cinta-nya Dewa 19.

Aksi memukau Band Santri Laju menggelontorkan “Laskar Cinta”-nya Dewa 19. [KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

Harmoni lintas dimensi ini memukau ratusan wali santri dan tamu undangan dalam Pagelaran Seni Santri Laju di Taman Madrasah Budaya Pungkuran, Desa Kutoharjo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026) malam.

Nada-nada pentatonis angklung juga mengalir manis di Pagelaran Santri Laju. [KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

Pentas seni ini menjadi penanda agung prosesi akhirussanah atau imtihan perdana, setelah para santri menyelesaikan masa pendidikan selama satu tahun.

Unjuk kemampuan membaca dan menerjemahkan Kitab Kuning di Pagelaran Santri Laju. [KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

Tidak hanya menunjukkan kedalaman ilmu spiritual lewat kemampuan membaca Alquran dan Kitab Kuning, para santri juga unjuk kecakapan kontemporer melalui dialog dan pidato berbahasa Inggris, pembacaan puisi karya sendiri, hingga pementasan teater.

Pengasuh Madrasah Budaya Pungkuran KH Abdul Muis (Gus Muis). [KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

Penampilan multidimensi ini merefleksikan khitah pendidikan Madrasah Budaya Pungkuran yang mengawinkan nilai agama dengan pengembangan karakter, seni, budaya, dan keterampilan berbasis potensi santri.

Keseruan aksi kolaboratif Band Santri Laju dan Dewan Pengajar saat menggelontor “Rumah Kita”-nya God Bless.[KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

Kehangatan memuncak saat lagu Rumah Kita milik God Bless meluncur secara kolaboratif dari paduan suara santri dan dewan pengajar.

Kepala Program Santri Laju Agus Setiawan. [KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

Pengasuh Madrasah Budaya Pungkuran KH Abdul Muis atau Gus Muis, menegaskan bahwa mahakarya tersebut merupakan simbol kebersamaan dan rumah bernaung bagi kreasi seluruh keluarga besar Santri Laju.

Pengasuh Madrasah Budaya Pungkuran KH Abdul Muis (Gus Muis) dan puluhan wali santri terpukau menikmati Pagelaran Santri Laju. [KLIK FOTO untuk nonton VIDEO-nya!]

“Lagu Rumah Kita menjadi simbol bagi Santri Laju. Semua kreasi santri dan dewan pengajar yang bersatu di Madrasah Budaya Pungkuran adalah rumah bagi kita semua,” terangnya.

Gus Muis memaparkan, Santri Laju didirikan untuk menghidupkan kembali esensi tradisi pesantren yang adaptif terhadap bakat santri.

“Lebih dari itu, seluruh akses pendidikan di sini diselenggarakan secara gratis tanpa pungutan biaya. Para guru pun mengabdi secara sukarela sebagai wujud nyata sedekah ilmu,” tandas Gus Muis.

Senada, Kepala Program Santri Laju Agus Setiawan, menyampaikan bahwa proses pembelajaran sengaja dirancang komprehensif agar ruang bagi ragam potensi anak benar-benar terbentang.

“Di Santri Laju, kami ingin setiap kemampuan dan keterampilan santri bisa muncul dan berkembang; terakomodasi dan tereksplorasi,” papar Agus.

Sebagai program pesantren nonmukim yang menggelar kegiatan belajar tiga kali sepekan, Santri Laju kini menjelma menjadi alternatif emas bagi orang tua yang menginginkan fondasi agama kuat bagi anaknya tanpa harus berpisah dari kehangatan rumah.

Keberhasilan model pendidikan yang kokoh berakar pada nilai keislaman sekaligus responsif zaman ini tercermin dari tingginya animo masyarakat; terbukti dengan lebih dari 40 calon santri baru yang terdaftar untuk angkatan kedua hingga awal Juli 2026 ini.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *