SEMARANG, obyektif.tv – Penampilan Orkes Melayu (OM) Lorensa menjadi penutup yang meriah dalam gelaran Jateng Fair 2026 di kawasan PRPP Jawa Tengah, Minggu (5/7/2026) malam. Grup musik asal Sukoharjo itu sukses menghibur ribuan pengunjung sekaligus mengakhiri penyelenggaraan pameran tahunan yang mencatat kenaikan jumlah pengunjung sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jateng Fair 2026 berlangsung selama 10 hari, mulai 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Selama penyelenggaraan, berbagai pameran, hiburan, hingga konser musik menjadi daya tarik utama yang mampu mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai daerah.
Saat OM Lorensa naik ke panggung utama sekitar pukul 21.40 WIB, ribuan penonton yang telah memadati area konser langsung menyambutnya dengan sorak-sorai. Banyak di antara mereka tampil mengenakan busana bergaya jadul, menambah kental suasana nostalgia yang menjadi ciri khas setiap penampilan grup musik tersebut.
Suasana semakin semarak ketika OM Lorensa membawakan sejumlah lagu lawas yang kembali populer, seperti Bukit Berbunga, Mati Aku, Jangan Tunggu Lama-Lama, dan Tambal Ban. Penampilan tersebut berhasil mengajak penonton dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa, bernyanyi dan berjoget bersama hingga akhir pertunjukan.

Salah seorang penggemar, Fatoni, mengaku rela datang dari kawasan Gunungpati, Kota Semarang, untuk menyaksikan penampilan OM Lorensa. Bahkan, selama Jateng Fair 2026 berlangsung, ia telah empat kali datang untuk menikmati konser musik yang disuguhkan.
Menurutnya, penampilan OM Lorensa menjadi salah satu yang paling dinantikan. Meski begitu, ia berharap durasi penampilan grup tersebut dapat diperpanjang jika kembali diundang pada penyelenggaraan tahun depan.
“Semoga Lorensa bisa tampil lagi tahun depan dengan durasi yang lebih panjang. Kalau bisa Jateng Fair juga mengundang Sheila On 7 atau Padi supaya semakin meriah,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur PT PRPP Jawa Tengah (Perseroda), Heri Kristanto, mengatakan penyelenggaraan Jateng Fair 2026 menunjukkan capaian yang positif. Berdasarkan data sementara, jumlah pengunjung meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2025.
Menurut Heri, kebijakan menggratiskan tiket masuk menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya antusiasme masyarakat. Selain itu, kondisi cuaca yang relatif cerah selama penyelenggaraan juga turut mendukung peningkatan jumlah pengunjung.
“Konsep yang kami hadirkan mendapat respons positif dari masyarakat. Ditambah cuaca yang mendukung selama pelaksanaan, sehingga kunjungan tahun ini meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Dari sisi ekonomi, nilai transaksi yang tercatat hingga malam penutupan mencapai sekitar Rp5 miliar, atau relatif sama dengan capaian tahun sebelumnya. Meski demikian, PRPP menerima berbagai masukan dari masyarakat, di antaranya perlunya penambahan variasi produk pameran seperti furnitur agar daya tarik pameran semakin beragam.
Heri menegaskan seluruh pelaksanaan Jateng Fair 2026 akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun depan. Pihaknya berkomitmen menghadirkan konsep yang lebih inovatif dengan tetap mempertahankan Jateng Fair sebagai ajang promosi produk unggulan daerah, hiburan, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Ia menambahkan, konser musik akan tetap menjadi salah satu daya tarik utama. Pemilihan artis pada Jateng Fair mendatang akan disesuaikan dengan tren dan aspirasi masyarakat melalui jajak pendapat, sehingga hiburan yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan minat pengunjung.
Selain itu, persiapan Jateng Fair tahun depan akan dilakukan lebih awal agar para mitra dan peserta pameran memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan keikutsertaan mereka.
Menutup penyelenggaraan Jateng Fair 2026, Heri mengajak masyarakat untuk terus mengikuti berbagai agenda di kawasan PRPP. Dalam waktu dekat, PRPP akan kembali menghadirkan Light Wonderland di Maerokoco dengan konsep baru yang diharapkan mampu menjadi destinasi wisata keluarga sekaligus melanjutkan antusiasme masyarakat setelah berakhirnya Jateng Fair. ***





