SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang meresmikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di Kecamatan Gunungpati, Minggu (20/9/2026). Berdiri di atas lahan sekitar 8,2 hektare, TPU tersebut dikembangkan sebagai kawasan pemakaman lintas agama dan penghayat kepercayaan yang terintegrasi dengan penghijauan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, kehadiran TPU Pancasila menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan seluruh warga tanpa membedakan latar belakang agama maupun kepercayaan.
“Semarang merawat warganya dari dalam kandungan sampai meninggal dunia. Toleransi terjadi, keseimbangan hidup terjadi,” ujar Agustina.
Lahan TPU Pancasila merupakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diserahkan DPD REI Jawa Tengah Wilayah Kota Semarang kepada Pemkot Semarang pada 14 Juli 2020. Pembangunan kawasan dilakukan secara bertahap sejak 2021.
Pada 2026, Pemkot Semarang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengembangkan konsep pemakaman lintas agama dan penghayat kepercayaan dengan tetap mempertahankan fungsi penghijauan kawasan.
TPU Pancasila menyediakan area pemakaman bagi tujuh agama dan kepercayaan, termasuk penghayat kepercayaan. Identitas masing-masing kawasan turut diperkuat melalui pemilihan vegetasi.
Pohon asem digunakan sebagai identitas kawasan Islam, beringin untuk Hindu, jati untuk penghayat kepercayaan, cemara untuk Kristen, sawo kecik untuk Katolik, bambu kuning untuk Konghucu, dan pohon Bodhi untuk Buddha.
Penataan tersebut tidak hanya memperkuat identitas kawasan, tetapi juga mendukung fungsi penghijauan dan ruang terbuka hijau di lingkungan TPU.
Agustina mengatakan, pembangunan TPU Pancasila merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Semangat gotong royong tersebut kemudian diperluas melalui gerakan penghijauan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, REI, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
“Hari ini kita buat gerakan menanam pohon bergotong royong sekalian. Ini temanya adalah bergotong royong,” katanya.
Melalui gerakan Semarang Hijau Lestari, Pemkot Semarang menargetkan penanaman 100.000 pohon hingga akhir 2026 yang tersebar di 16 kecamatan. Pada tahap awal, sebanyak 10.000 pohon disiapkan untuk ditanam secara kolaboratif.
Selain penghijauan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi World Cleanup Day Indonesia 2026. Pada Minggu (20/9), kegiatan bersih-bersih dilaksanakan serentak di 16 kecamatan, terutama di sejumlah titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah liar.
Kegiatan tersebut melibatkan pemuda dan berbagai unsur masyarakat. Pemkot Semarang juga meminta setiap wilayah menyiapkan titik penanaman pohon untuk mendukung kegiatan penghijauan berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Semarang menyerahkan bantuan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) tahap pertama sebanyak 104 unit. Empat pengembang juga menyerahkan dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk 120 unit.
Agustina mengatakan, target penanganan RTLH di Kota Semarang pada 2026 mencapai 2.500 unit. Dari target tersebut, sebanyak 1.000 unit ditangani Pemkot Semarang, 500 unit melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan 800 unit melalui pemerintah pusat.
Sementara itu, dukungan pengembang mencapai 120 unit. Dengan komposisi tersebut, masih terdapat kebutuhan penanganan 80 unit untuk memenuhi target 2.500 unit RTLH pada 2026.
“Tiga hal itu saling mengkait. Peresmian TPU Pancasila sebagai bagian dari gotong royong juga. Yang kedua, penanaman pohon juga bagian dari gotong royong,” ujar Agustina.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Semarang mengintegrasikan penyediaan fasilitas publik yang inklusif, pelestarian lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. ***






