SEMARANG, obyektif.tv – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka di Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan, Rabu (22/4). Kegiatan ini menegaskan komitmen memperkuat sinergi pembangunan sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pembukaan dilakukan oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, yang mewakili Wali Kota Agustina Wilujeng. Seremoni ditandai dengan penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Serah Terima Program TMMD kepada Dansatgas TMMD/Dandim 0733 Kota Semarang.
Momentum pembukaan TMMD kali ini bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang yang mengusung tema “Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat.” Hal ini semakin menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Iswar menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendorong pemerataan pembangunan.
“Program ini adalah bentuk kebersamaan. TNI, Polri, pemerintah, hingga masyarakat hadir dan bekerja bersama untuk memastikan pembangunan benar-benar dirasakan hingga tingkat kelurahan,” ujarnya.
Pada tahap ini, TMMD Sengkuyung mencakup berbagai kegiatan fisik, antara lain pembangunan saluran air sepanjang 110 meter, pembangunan tiga unit toilet lapangan, rehabilitasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH) bekerja sama dengan BAZNAS, serta penyediaan tandon air bersih dari PDAM.
Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan nonfisik juga menjadi bagian penting dalam program ini. Berbagai sosialisasi dan pelatihan digelar, mulai dari edukasi ketahanan pangan, pelayanan keluarga berencana (KB), hingga pelatihan pemasaran digital bagi remaja guna meningkatkan kemandirian ekonomi warga.
Pelaksanaan TMMD yang berlangsung hingga 21 Mei 2026 ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), serta partisipasi aktif masyarakat.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) sebagai upaya memperkuat kepedulian sosial dan budaya gotong royong.
Pemerintah Kota Semarang berharap, melalui TMMD, sinergi antara TNI dan masyarakat dapat terus terjaga dan menjadi pilar utama dalam mendorong pembangunan yang merata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di seluruh wilayah kota. ***










