Beranda / LIFESTYLE / MUSIK / Kurasi Musik Indonesia Gelar Sosialisasi dan Pentas Musik di BSB Village

Kurasi Musik Indonesia Gelar Sosialisasi dan Pentas Musik di BSB Village

SEMARANG, obyektif.tv – Kurasi Musik Indonesia akan menggelar sosialisasi sekaligus pentas musik independen di BSB Village, Bubakan, Mijen, Kota Semarang, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari Pasar Rasa BSB Village Vol.03 itu dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Sejumlah musisi independen lintas kota dijadwalkan tampil memeriahkan acara, di antaranya Sudden Luck asal Wonosobo, PRASS dari Jakarta, serta penampilan pembuka dari Scudetto dan Sisilain asal Semarang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kurasi Musik Indonesia memperluas jejaring sekaligus mengenalkan gerakan mereka kepada komunitas musik independen di daerah.

Kurasi Musik Indonesia sendiri merupakan wadah yang lahir di Jakarta pada 30 Agustus 2019. Gerakan ini diinisiasi oleh Ully Dalimunthe bersama Safir Bian Gindas dengan tujuan membangun ekosistem sehat bagi musisi independen tanah air.

Berawal dari diskusi dengan sejumlah praktisi industri kreatif dan musik, seperti Bugi Dwiputranto dari EMI serta sineas Salman Aristo, Kurasi Musik Indonesia hadir sebagai ruang bagi musisi daerah untuk mendapatkan panggung, masukan, dan pemahaman tentang industri musik nasional.

Pada penyelenggaraan volume pertamanya di Astori Coffee, Jakarta Selatan, gerakan ini mendapat sambutan besar dari komunitas musik independen. Sebanyak 99 band dan solois tercatat mendaftarkan karya mereka pada edisi perdana tersebut.

Kurasi Musik Indonesia kemudian terus berkembang hingga menggelar berbagai kegiatan lintas kota. Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, gerakan ini kembali aktif dan kini rutin hadir di Jakarta, Semarang, Wonosobo, dan Yogyakarta. Hingga saat ini, lebih dari 60 volume kegiatan telah diselenggarakan.

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, Kurasi Musik Indonesia juga aktif dalam edukasi industri kreatif, publishing, serta pengelolaan Intellectual Property (IP) Management bagi musisi independen.

Gerakan ini turut melibatkan sejumlah kurator dan praktisi senior lintas bidang, di antaranya Bongky Marcel, Harry Murti, Edmon Kemur, Seno M. Harjo, hingga promotor Harry Koko dan wartawan senior Alung Adcha.

Melalui kegiatan sosialisasi dan pentas musik di Semarang ini, Kurasi Musik Indonesia berharap dapat memperkuat kolaborasi komunitas musik independen sekaligus membuka ruang bagi talenta-talenta baru dari daerah untuk berkembang lebih luas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *