JAKARTA, obyektif.tv – Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, memberikan apresiasi terhadap produktivitas dan kreativitas generasi muda Indonesia yang ditampilkan dalam pameran Brightspot Market serta Beauty, Fashion & Fragrance Expo di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (30/5/2026).
Menurut Samuel, berbagai produk lokal yang dipamerkan menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia terus berkembang dengan kualitas yang semakin kompetitif. Mulai dari produk fesyen, alas kaki, tas, hingga parfum karya anak bangsa dinilai memiliki daya saing yang kuat dan mampu menjawab kebutuhan pasar domestik yang sangat besar.
“Saya sedang berada di Brightspot, pameran yang sepertinya memang banyak diisi oleh Gen Z dan milenial. Produk lokal seperti sepatu, baju, dan tas yang ditampilkan keren-keren. Yang lebih membanggakan, di balik berbagai produk itu ada anak-anak muda kreatif yang terus berkarya,” ujar Samuel.
Dalam kunjungannya, Samuel juga membawa buku Mode Indonesia, sebuah publikasi yang menghimpun karya para desainer Indonesia lintas generasi. Buku tersebut menjadi gambaran keragaman dan kekayaan fesyen Nusantara yang terus berkembang dari waktu ke waktu.
Ia menilai, beragam produk unggulan yang dipamerkan menjadi bukti nyata bahwa potensi kreatif Indonesia terus tumbuh dan memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat yang lebih luas.
Saat mengunjungi salah satu tenant, Samuel menyoroti produk kaus hasil kolaborasi para seniman yang tergabung dalam Canvas Converse Collective. Menurutnya, karya tersebut tidak sekadar menjadi produk fesyen, melainkan juga media ekspresi kreatif yang menghubungkan dunia seni dengan industri mode.
“Kaos ini merupakan hasil desain para seniman yang bekerja sama dengan galeri Canvas Converse Collective. Jadi bukan sekadar desain grafis biasa, tetapi bagian dari karya seni yang diwujudkan dalam bentuk produk,” katanya.
Selain Brightspot Market, Samuel juga menghadiri pameran Beauty, Fashion & Fragrance yang digelar di JICC. Ia mengaku senang melihat semakin banyak anak muda yang terlibat dalam industri kecantikan, fesyen, dan wewangian.
“Saya senang sekali melihat banyak pelaku usaha muda di bidang fragrance, fashion, maupun beauty. Ini menunjukkan ekonomi kreatif kita bergerak sangat dinamis. Anak-anak muda mulai memanfaatkan potensi pasar Indonesia yang jumlah penduduknya mencapai sekitar 280 juta jiwa,” ungkapnya.
Samuel menegaskan bahwa kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas kreatif, pemerintah, dan dunia industri menjadi kunci dalam memperluas peluang pengembangan produk lokal. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi baru yang tidak hanya memperkuat ekonomi kreatif nasional, tetapi juga membawa karya anak muda Indonesia menembus pasar yang lebih luas.
Dalam rangkaian kunjungannya, Samuel juga menyempatkan diri mengunjungi stan Syanaz Rorokenez, salah satu brand kebanggaan Jawa Tengah yang berbasis di Semarang. Kehadiran Samuel di stan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku industri kreatif daerah yang terus mengembangkan produk lokal dengan kualitas yang semakin kompetitif di tingkat nasional. ***






