Beranda / EKBIZ / Samuel Wattimena: Nobar Final Piala Dunia Jadi Momentum Dorong Pertumbuhan UMKM

Samuel Wattimena: Nobar Final Piala Dunia Jadi Momentum Dorong Pertumbuhan UMKM

SEMARANG, obyektif.tv – Ratusan warga memadati Lapangan Miroto, tepat di depan Kantor Kecamatan Semarang Tengah, Minggu (19/7/2026) malam, untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina. Selain menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, kegiatan yang digelar Rumah Aspirasi Samuel Wattimena bekerja sama dengan TVRI tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pemberdayaan pelaku UMKM.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mengatakan sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan. Karena itu, momentum nobar dimanfaatkan untuk menghadirkan pelaku UMKM agar memperoleh manfaat ekonomi dari tingginya antusiasme masyarakat.

“Ketika masyarakat berkumpul dalam jumlah besar, tentu ini menjadi kesempatan bagi UMKM untuk ikut bergerak. Kami sengaja menghadirkan UMKM secara langsung agar mereka bisa berjualan dan memperoleh tambahan pendapatan,” ujarnya.

Menurut Samuel, pihaknya sengaja tidak membentuk panitia konsumsi tersendiri. Sebaliknya, kebutuhan makanan dan minuman diserahkan kepada para pedagang UMKM yang telah memiliki usaha sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia mengungkapkan sempat berencana menghadirkan produk merchandise bertema Piala Dunia, seperti kaus sepak bola. Namun rencana tersebut tidak dapat direalisasikan karena terbentur aturan lisensi FIFA yang hanya memberikan izin untuk penayangan pertandingan.

Samuel menilai kegiatan seperti nobar memiliki dampak ekonomi yang cukup besar dan berpotensi meningkatkan perputaran uang di masyarakat. Karena itu, pelaksanaan kegiatan serupa pada agenda siaran olahraga berikutnya akan menjadi bahan evaluasi agar manfaat yang diterima UMKM semakin optimal.

“Kegiatan apa pun harus dievaluasi. Nanti setelah acara ini selesai akan kami lihat apa saja yang perlu diperbaiki agar ke depan dampaknya bagi masyarakat dan UMKM bisa lebih besar,” katanya.

Selain mendorong pertumbuhan UMKM, Samuel juga menyoroti pentingnya pemerataan akses siaran televisi nasional. Menurutnya, kualitas siaran di Semarang sudah cukup baik, namun masih terdapat sejumlah daerah di Indonesia yang menghadapi kendala infrastruktur penyiaran.

Sebagai mitra kerja TVRI di Komisi VII DPR RI, pihaknya akan terus mendorong peningkatan infrastruktur penyiaran agar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dapat menikmati siaran nasional dengan kualitas yang sama.

Samuel juga mengajak masyarakat mengambil nilai positif dari sepak bola. Menurutnya, keberhasilan sebuah tim lahir dari kerja sama seluruh pemain, bukan hanya mengandalkan kemampuan individu.

“Sepak bola mengajarkan pentingnya soliditas dan kerja sama tim. Nilai itu juga perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi,” tuturnya.

Salah seorang warga Manyaran, Semarang Barat, Hendi Iskandar Dinata, mengapresiasi penyelenggaraan nobar tersebut. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga berdampak positif terhadap pelaku UMKM.

“Acara seperti ini sangat bermanfaat. Masyarakat bisa berkumpul, lebih guyub, dan UMKM juga mendapatkan manfaat dari banyaknya pengunjung yang datang,” katanya.

Pertandingan final berlangsung ketat. Hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal mencetak gol sehingga laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu (extra time). Di sela pertandingan, panitia menggelar kuis interaktif dengan hadiah bagi para penonton. Hadir pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Endro Dwi Cahyono serta anggota DPRD Kota Semarang Michael yang turut membagikan hadiah kepada peserta.

Gol semata wayang akhirnya tercipta pada menit ke-106 melalui Ferran Torres yang sukses membobol gawang Argentina. Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan dan mengantarkan Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2026.

Melalui kegiatan tersebut, Samuel Wattimena berharap nobar tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *