Beranda / REGIONAL / Betonisasi Jalan Jepara–Keling Dipercepat, Pemprov Jateng Gelontorkan Anggaran Rp37,1 Miliar

Betonisasi Jalan Jepara–Keling Dipercepat, Pemprov Jateng Gelontorkan Anggaran Rp37,1 Miliar

JEPARA, obyektif.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat penanganan ruas Jalan Jepara–Keling hingga perbatasan Kabupaten Pati melalui program betonisasi sebagai upaya memperkuat jalur perekonomian masyarakat di Kabupaten Jepara.

Percepatan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang melakukan realokasi anggaran melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk mempercepat penanganan jalan provinsi yang mengalami kerusakan.

Melalui kebijakan tersebut, alokasi anggaran pembangunan ruas Jalan Jepara–Keling meningkat signifikan dari semula Rp7,9 miliar menjadi Rp37,1 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk pembangunan jalan beton di sejumlah titik dengan total panjang sekitar 2,75 kilometer, termasuk di wilayah Kecamatan Mlonggo dan Keling.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan ruas Jepara–Keling merupakan jalur strategis yang berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain menjadi akses utama warga, jalan tersebut juga menjadi jalur distribusi menuju kawasan PLTU Tanjung Jati yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar.

“Dalam APBD Murni 2026, Bapak Gubernur mengeluarkan Perkada dan memberikan tambahan alokasi untuk pembangunan Jalan Jepara–Keling. Nantinya pembangunan ini akan tersambung dengan jalan beton yang telah dibangun pada tahun 2025,” ujar Henggar saat meninjau kondisi jalan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara Ary Bachtiar, Kamis (11/6/2026).

Menurut Henggar, konstruksi beton dipilih karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik lalu lintas di ruas tersebut dibandingkan perkerasan aspal. Tingginya intensitas kendaraan berat menyebabkan jalan lebih cepat mengalami kerusakan apabila hanya menggunakan lapisan aspal.

“Beton memiliki daya tahan lebih baik dan usia layanan yang lebih panjang sehingga lebih efektif untuk ruas jalan dengan beban kendaraan tinggi,” katanya.

Pembangunan yang akan dilaksanakan pada 2026 juga menjadi kelanjutan dari betonisasi sepanjang satu kilometer yang telah dilakukan Pemprov Jawa Tengah pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, ruas jalan beton akan tersambung sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pekerjaan fisik dimulai pada akhir Juli 2026. Sembari menunggu proses pembangunan, perawatan sementara tetap dilakukan melalui penambalan aspal guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Pak Gubernur menginstruksikan agar kerusakan yang ada tetap ditangani terlebih dahulu sambil menunggu proses betonisasi. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas,” ujar Henggar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap peningkatan infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurut dia, ruas Jepara–Keling merupakan bagian penting dari jaringan jalan provinsi yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Ruas Jepara–Keling merupakan bagian dari sekitar 35 kilometer jalan provinsi di wilayah tersebut, sementara total panjang jalan provinsi di Kabupaten Jepara mencapai 69 kilometer.

“Pak Gubernur mengalokasikan anggaran yang besar untuk penanganan jalan di Jepara. Ini merupakan jalur ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” kata Ary.

Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi merealokasi anggaran sekitar Rp200 miliar pada 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi di berbagai daerah di Jawa Tengah. Kebijakan itu ditempuh guna meningkatkan kembali tingkat kemantapan jalan yang sempat menurun akibat musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun 2026.

Dana hasil realokasi tersebut diprioritaskan untuk penanganan ruas jalan dengan kondisi rusak berat yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas warga dan distribusi barang. Melalui tambahan anggaran itu, Pemprov Jawa Tengah menargetkan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin lancar. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *