Beranda / REGIONAL / Pemprov Jateng Siapkan Generasi Pesantren Mendunia, 15 Santri Lolos Kuliah ke Luar Negeri

Pemprov Jateng Siapkan Generasi Pesantren Mendunia, 15 Santri Lolos Kuliah ke Luar Negeri

SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat komitmennya mencetak generasi pesantren yang mampu bersaing di tingkat global. Melalui Program Pesantren Obah, Pemprov Jateng membuka akses pendidikan tinggi bagi santri dan pengasuh pesantren, termasuk kesempatan menempuh studi di berbagai perguruan tinggi luar negeri. Tahun ini, sebanyak 15 santri dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa S1 luar negeri.

Program beasiswa tersebut kini memasuki tahap akhir seleksi. Sementara 15 santri telah dipastikan berangkat ke luar negeri berdasarkan hasil seleksi yang diumumkan pada 6 Juli 2026, sebanyak 98 peserta program beasiswa dalam negeri masih menjalani tahapan wawancara sebelum penetapan penerima beasiswa.

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Prof. Dr. KH. Hasyim Muhammad, M.Ag., mengatakan program tersebut merupakan implementasi Program Pesantren Obah, salah satu program unggulan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).

“Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada pesantren. Banyak beasiswa tersedia, tetapi belum tentu mudah diakses santri salaf. Karena itu, Pemprov memberikan kesempatan khusus agar mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Menurut Hasyim, program beasiswa tahun 2026 merupakan penyelenggaraan perdana yang telah disosialisasikan sejak setahun terakhir melalui berbagai kanal, baik secara luring maupun daring. Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) dan laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dari total 942 pendaftar yang terdiri atas 702 santri dan 240 pengasuh pesantren, sebanyak 98 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka terdiri atas 43 calon penerima beasiswa S1 dalam negeri dan 55 calon penerima beasiswa bagi pengasuh pesantren jenjang S2 dan S3.

Sementara itu, 15 santri yang lolos beasiswa luar negeri akan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi mitra. Tiga santri diterima pada bidang sains dan teknologi di China, satu santri pada program studi Kedokteran Universitas Al Azhar Mesir, tiga santri di Universitas Al Ahqof Yaman, tujuh santri pada program studi keislaman di Universitas Al Azhar Mesir, serta satu santri mengikuti program double degree.

Tahapan seleksi untuk peserta beasiswa dalam negeri dilanjutkan melalui wawancara yang berlangsung di Kompleks Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Jalan Setiabudi No. 201 A, Srondol, Semarang. Wawancara bagi calon penerima beasiswa S2 dan S3 digelar pada Sabtu (25/7/2026), sedangkan calon mahasiswa S1 mengikuti wawancara pada Minggu (26/7/2026).

Ketua Panitia Seleksi, Dr. Wahid Abdulrahman, menjelaskan materi wawancara difokuskan pada kompetensi khas pesantren sebagai dasar penilaian.

“Komponen penilaian meliputi kemampuan membaca kitab kuning sebesar 50 persen, hafalan Al-Qur’an 20 persen, wawasan kebangsaan 15 persen, dan kepesantrenan 15 persen. Karena ini merupakan beasiswa pesantren, kemampuan membaca kitab kuning menjadi aspek yang paling menentukan,” jelas dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Diponegoro tersebut.

Ia menambahkan, terdapat lima skema beasiswa yang disiapkan Pemprov Jateng, yakni Program Santri Vokasi dan S1 Dalam Negeri, Program Santri Vokasi dan S1 Luar Negeri, Program Double Degree S1 Luar Negeri, Program S1 Bidang Keislaman di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta Program Beasiswa Pengasuh Pesantren jenjang S2 dan S3 Dalam Negeri.

Menurut Wahid, penerima beasiswa dalam negeri dapat memilih perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama dengan Pemprov Jateng. Adapun penerima beasiswa luar negeri akan menempuh pendidikan di kampus mitra yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Hasil seleksi akhir beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026 akan diumumkan pada 3 Agustus 2026 melalui laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN). Program ini diharapkan menjadi langkah strategis Pemprov Jateng dalam menyiapkan sumber daya manusia pesantren yang unggul, berdaya saing, dan mampu berkiprah di tingkat internasional. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *