JEPARA, obyektif.tv – PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah meluncurkan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) TERANG LAUT (Terumbu Karang Lestari untuk Laut Berkelanjutan) sebagai wujud komitmen perusahaan dalam memperkuat konservasi laut berkelanjutan. Program tersebut diwujudkan melalui aksi transplantasi terumbu karang di kawasan Taman Nasional Karimunjawa, Kabupaten Jepara, sekaligus memperkuat kolaborasi pelestarian ekosistem laut bersama berbagai pemangku kepentingan.
Program TERANG LAUT menjadi implementasi komitmen PLN Icon Plus terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kemitraan strategis. Inisiatif ini juga selaras dengan Asta Cita pemerintah dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 tentang Ekosistem Laut dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Karimunjawa merupakan salah satu kawasan konservasi laut nasional dengan luas lebih dari 111 ribu hektare yang memiliki kekayaan biodiversitas tinggi. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, penyu, serta ratusan spesies ikan karang yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menopang sektor perikanan dan pariwisata masyarakat pesisir.
Namun, keberadaan ekosistem tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, peningkatan suhu permukaan laut, cuaca ekstrem, pencemaran, hingga tekanan aktivitas manusia. Kondisi tersebut mendorong perlunya rehabilitasi ekosistem yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dalam Program TERANG LAUT, PLN Icon Plus melaksanakan transplantasi terumbu karang menggunakan dua metode konservasi, yakni media Biorock dan Web Spider. Kedua metode tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan terumbu karang, meningkatkan keanekaragaman hayati laut, memperkuat habitat biota laut, serta meningkatkan ketahanan ekosistem pesisir terhadap dampak perubahan iklim.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa yang mendampingi seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, penentuan titik transplantasi, pendampingan teknis penyelaman, hingga pemantauan awal terhadap media rehabilitasi yang dipasang.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, Program TERANG LAUT juga menghadirkan manfaat sosial melalui penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) Karimunjawa sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.
Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan peluncuran Program TERANG LAUT merupakan bentuk komitmen perusahaan agar transformasi digital yang dijalankan mampu berjalan selaras dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Sebagai bagian dari PLN Group yang menghadirkan solusi konektivitas digital nasional, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan perusahaan berjalan beriringan dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui Program TERANG LAUT, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberikan dampak jangka panjang bagi ekosistem laut Karimunjawa,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).
Menurut Leandra, terumbu karang merupakan fondasi kehidupan bawah laut yang menopang keanekaragaman hayati, produktivitas perikanan, hingga kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui semangat Iconnectivity for Green, PLN Icon Plus ingin menghadirkan konektivitas yang tidak hanya menghubungkan masyarakat melalui teknologi, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa menjadi faktor penting untuk memastikan setiap tahapan rehabilitasi berjalan sesuai kaidah konservasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa, Widyastuti, mengapresiasi komitmen PLN Icon Plus dalam mendukung upaya konservasi kawasan melalui pendekatan kolaboratif.
Menurutnya, Program TERANG LAUT menjadi langkah positif dalam mendukung pemulihan ekosistem bawah laut sekaligus meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam.
“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi terus berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan konservasi laut Indonesia,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Karimunjawa, Muslikhan. Ia menilai pelestarian terumbu karang memiliki arti penting bagi masyarakat karena menjadi penopang sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber penghidupan warga.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN Icon Plus yang telah memilih Karimunjawa sebagai lokasi pelaksanaan Program TERANG LAUT. Program ini tidak hanya mendukung rehabilitasi lingkungan, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui bantuan sosial yang disalurkan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, melalui semangat Iconnectivity for Green, perusahaan ingin memastikan setiap langkah transformasi digital juga menghadirkan kontribusi nyata terhadap pelestarian alam Indonesia.
“Program TERANG LAUT menjadi representasi komitmen kami bahwa teknologi mampu menjadi penghubung lahirnya kolaborasi, inovasi, dan aksi nyata dalam menjaga ekosistem laut. Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari luasnya jaringan yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang mampu diwariskan bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang,” ujar Chipta.
Melalui peluncuran Program TERANG LAUT, PLN Icon Plus menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang. Perusahaan meyakini pembangunan infrastruktur digital dapat berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan melalui kolaborasi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi ekosistem, masyarakat, dan pembangunan nasional. ***









