JURNALIS/EDITOR: Dwi Roma | KENDAL | obyektif.tv
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Tanpa adanya gejolak berarti, proses penerimaan ini dinilai telah mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan kementerian pusat.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Fajar saat melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 2 Kaliwungu (Speroka) pada Rabu (8/7/2026) pagi.
Kehadiran Wamendikdasmen disambut oleh Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari–atau akrab disapa Mbak Tika, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal Ferinando Rad Bonay, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 2 Kaliwungu Agus Suwanto bersama jajaran guru.

Selain mengevaluasi SPMB, kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan sekolah menjelang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serentak pada 13 Juli 2026, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 12 Tahun 2026.
Fajar menegaskan pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman.

MPLS tahun ini dirancang komprehensif, tidak hanya mengenalkan fisik sekolah tetapi juga memuat penguatan karakter, Program Pagi Ceria, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta literasi digital guna membentengi siswa dari disinformasi di media sosial (medsos).
“Banyak persoalan di masyarakat berkembang melalui medsos. Karena itu, jika peserta didik tidak memiliki literasi digital yang baik, mereka berpotensi terpapar informasi yang keliru,” katanya.

Pembelajaran Berbasis Teknologi
Di Speroka, Wamendikdasmen meninjau langsung revitalisasi sekolah dan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) yang terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa.
Mengingat besarnya jumlah rombongan belajar (rombel) di Speroka, Fajar berharap sekolah ini bisa mendapatkan tambahan dua hingga tiga unit PID baru.

“Saya berharap sekolah dengan jumlah siswa dan rombongan belajar yang besar, seperti SMP Negeri 2 Kaliwungu, dapat memperoleh tambahan dua hingga tiga unit IFP, sehingga lebih banyak siswa merasakan manfaat pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.
Namun, di balik optimisme teknologi tersebut, Fajar memaparkan tantangan pelik berupa krisis tenaga pendidik. Indonesia saat ini kekurangan sekitar 591.000 guru, diperparah dengan 60.000 hingga 70.000 guru yang pensiun setiap tahunnya.

Menjawab hal ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama kementerian terkait tengah menyusun strategi besar pemenuhan guru nasional untuk tahun 2027 serta menyiapkan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) guna memperbaiki tata kelola guru, termasuk skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pembukaan Sekolah Filial
Momentum kedatangan Wamendikdasmen dimanfaatkan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, untuk menyampaikan sejumlah usulan krusial daerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mendesak dukungan pusat untuk pemindahan SD Negeri 3 Cepiring yang berdiri di lahan Pabrik Gula Cepiring, di mana Pemkab telah menyediakan lahan pengganti.
“Terkait kondisi SD Negeri 3 Cepiring yang memang harus dipindahkan, Pemkab Kendal telah menyiapkan lahan untuk pembangunan sekolah baru. Melalui Pak Wamen, kami berharap usulan tersebut dapat memperoleh dukungan,” kata Mbak Tika.

Selain itu, Pemkab Kendal juga mengusulkan pembukaan kelas jauh (sekolah filial) SMP Negeri 2 Kaliwungu di Kecamatan Kaliwungu Selatan demi mengakomodasi tingginya kebutuhan sekolah negeri; mengingat Speroka saat ini masih memiliki kapasitas penambahan empat rombel dari total maksimal 11 rombel.
Bupati Tika juga membeberkan bahwa Kendal sendiri masih kekurangan sekitar 300 guru SD, 203 kepala SD, 97 guru SMP, dan delapan kepala SMP negeri.

Merespons persoalan tersebut, Kepala Disdikbud Kendal Ferinando Rad Bonay memandang kunjungan ini sebagai angin segar.
Ferinando sangat berharap dukungan kebijakan dan anggaran dari pemerintah pusat bisa terealisasi.

“Terutama terkait pemenuhan tenaga pendidik dan kepala sekolah, serta dukungan anggaran revitalisasi, untuk peningkatan SDM dan mutu dunia pendidikan di Kendal,” terangnya.
Harapan senada juga diungkapkan dan Plt Kepala SMP Negeri 2 Kaliwungu Agus Suwanto, diperkuat oleh sinyal dari Wamendikdasmen mengenai peningkatan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sektor pendidikan hingga dua kali lipat mulai tahun ini.

Atas kehadiran Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq di Speroka, Agus Suwanto menyampaikan hal penting yang harus selalu dijaga sekolahnya.
Speroka harus selalu on the track dan sesuai dengan aturan-aturan yang ada, baik dalam pelaksanaan SPMB dan MPLS.
“Lebih dari itu, kami harus selalu menjaga integritas dan mutu sekolah, di antaranya dengan pengembangan pembelajaran yang terkait pemanfaatan teknologi terkini,” jelas Agus.
Menindaklanjuti “tawaran” peluang mendapatkan ABT, pihak SMP Negeri 2 Kaliwungu menyatakan siap berkoordinasi dengan Disdikbud dan dinas terkait untuk mengajukan proposal guna memanfaatkan kebijakan anggaran tersebut demi revitalisasi sarana-prasarana sekolah secara menyeluruh.***






