Beranda / REGIONAL / SEMARANG / 27 Paskibraka Kota Semarang 2026 Dikukuhkan, Wali Kota Tekankan Kepemimpinan dan Integritas

27 Paskibraka Kota Semarang 2026 Dikukuhkan, Wali Kota Tekankan Kepemimpinan dan Integritas

SEMARANG, obyektif.tv – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengukuhkan 27 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Semarang Tahun 2026 di Ruang Lokakrida Balai Kota Semarang, Rabu (12/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih dari itu, proses pembentukan Paskibraka juga diarahkan untuk menanamkan kedisiplinan, integritas, serta karakter kepemimpinan kepada generasi muda.

Agustina mengatakan, 27 anggota Paskibraka yang dikukuhkan merupakan putra-putri terbaik Kota Semarang yang telah melalui serangkaian proses seleksi dan pembinaan. Mereka mendapatkan pelatihan fisik, pembinaan mental, serta pendidikan ideologi Pancasila sebagai bagian dari proses kaderisasi kepemudaan.

Menurutnya, pengalaman selama mengikuti pembinaan Paskibraka diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan tugas pengibaran bendera. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi pemimpin bukan perkara siapa yang berdiri paling depan, melainkan siapa yang mampu dipercaya dan mampu menjaga orang-orang di sekitarnya,” ujar Agustina.

Ia juga mendorong anggota Paskibraka menjadi teladan di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun ruang digital. Salah satunya dengan ikut membangun lingkungan yang aman dan mencegah praktik perundungan atau bullying.

“Keberanian seorang pemimpin bukan hanya keberanian untuk tampil ke depan, tetapi keberanian untuk melindungi yang benar dan membuat orang lain merasa aman,” tegasnya.

Agustina menilai pembentukan karakter generasi muda membutuhkan ruang pengembangan yang berkelanjutan. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang terus mendorong tersedianya ruang bagi anak muda untuk belajar kepemimpinan, menjaga kesehatan mental, berolahraga, berkesenian, sekaligus membangun kebersamaan.

Salah satunya melalui Semarang Leadership Project yang menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan kepemimpinan bagi generasi muda. Pemkot Semarang juga menghadirkan program PIJAR (Pemuda Peduli dan Jaga Kesehatan Mental Remaja) sebagai ruang pendampingan terkait kesehatan mental anak muda.

Sementara itu, semangat kebersamaan dan kreativitas diperkuat melalui Gelora Muda Pekan Olahraga dan Seni Warga Kota Semarang (Porwakos). Program tersebut memberikan ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk berinteraksi serta mengembangkan potensi melalui olahraga dan seni.

Berbagai kegiatan digelar dalam Gelora Muda Porwakos, mulai dari kompetisi bulu tangkis, futsal, dan e-sport hingga lomba seni dan kreativitas. Di antaranya kuliner jajanan khas Semarangan, fashion show pakaian adat Semarangan, modern dance, lomba band, dan solo vokal.

Agustina menegaskan, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kepemudaan yang seimbang. Generasi muda tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat, kebugaran fisik, kesehatan mental, kemampuan bersosialisasi, serta ruang untuk mengekspresikan kreativitas.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh anggota Paskibraka selama menjalani proses pembinaan dapat terus diterapkan setelah mereka menyelesaikan tugas. Para purna Paskibraka juga diharapkan tetap menjadi bagian dari penggerak positif di tengah masyarakat.

“Kalian memang sedang dipersiapkan untuk mengibarkan merah putih. Tetapi lebih dari itu, kalian sedang belajar membawa nilai-nilai merah putih dalam kehidupan,” pungkasnya. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *