Beranda / NEWS / Harmony of Java 2026 Perkuat Pesan Persatuan untuk Kemajuan Jawa Tengah

Harmony of Java 2026 Perkuat Pesan Persatuan untuk Kemajuan Jawa Tengah

SEMARANG, obyektif.tv – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya persatuan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Jawa Tengah. Menurutnya, pembangunan daerah bukan hasil kerja satu atau dua pemimpin, melainkan buah dari kolaborasi bersama.

Pesan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri Harmony of Java 2026 di Pusat Rekreasi dan Promosi Provinsi (PRPP) Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan itu menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah.

“Membangun Provinsi Jawa Tengah ini harus mempunyai asas kebersamaan. Gumregut Nyawiji. Provinsi Jawa Tengah maju bukan berarti dari gubernur, bupati, atau wali kota, melainkan dari seluruh komponen masyarakat yang bahu-membahu jadi satu,” kata Luthfi.

Ia mengatakan, semangat kebersamaan menjadi modal penting bagi Jawa Tengah dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan. Karena itu, masyarakat diharapkan terus bergerak, berkarya, dan mengambil peran sesuai dengan perkembangan zaman.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah, “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji”. Tema itu, kata Luthfi, bukan sekadar slogan peringatan, tetapi menjadi ajakan untuk menyatukan langkah dalam membangun daerah.

Luthfi juga mengingatkan masyarakat agar mengesampingkan ego sektoral dan tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memecah persatuan.

“Pesan saya, di ulang tahun yang ke-81 ini, mari kita rekatkan persatuan dan kesatuan. Kita singkirkan ego sektoral, kita hilangkan berita-berita yang bersifat hoaks, fitnah, saling membenci, dan sebagainya,” tegasnya.

Menurut Luthfi, pembangunan Jawa Tengah merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan Jawa Tengah merupakan hasil estafet kepemimpinan. Sebelum dirinya, terdapat 15 gubernur yang telah meletakkan fondasi pembangunan dan memberikan kontribusi bagi Jawa Tengah maupun Indonesia.

“Kita harus terus berkarya dan menjadi lebih baik dari hari ini. Karena itu, kita harus membusungkan dada dan berdiri tegak,” ujarnya.

Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun

Luthfi menyebut optimisme terhadap masa depan Jawa Tengah turut didukung sejumlah capaian pembangunan. Pada semester I 2026, perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen.

Sementara itu, angka kemiskinan tercatat menurun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Luthfi menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus diperkuat agar manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat.

“Kita harus berbangga diri bahwa Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu provinsi yang patut diperhitungkan,” katanya.

Di tengah perayaan Harmony of Java 2026, Luthfi juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana di sejumlah daerah.

Ia mengajak seluruh masyarakat menundukkan kepala dan mendoakan korban serta warga terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Aceh, dan daerah lainnya.

“Malam hari ini kita doakan saudara-saudara kita yang tertimpa bencana. Semoga dikuatkan, semoga ditabahkan, dan segera recovery,” ujarnya saat memimpin doa bersama.

Pesan solidaritas tersebut turut disampaikan dari panggung hiburan. Harmony of Java 2026 dimeriahkan sejumlah musisi, di antaranya KLa Project, Pertelon Koplo, dan Good Morning Everyone (GME). Sementara Saleho tampil pada Sabtu sore.

Vokalis KLa Project, Katon Bagaskara, juga menyampaikan pesan persatuan dan solidaritas kepada masyarakat yang hadir.

“Terima kasih sudah mengundang kami tampil di sini. Mari bersama-sama kita merayakan Indonesia. Semoga kita semua sejahtera dan semangat penuh cinta. Semoga saudara kita di NTT segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan,” ujar Katon.

Harmony of Java 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung hiburan dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Di balik kemeriahan acara, tersampaikan pesan bahwa kemajuan daerah membutuhkan kebersamaan, solidaritas, dan kolaborasi seluruh masyarakat.

Semangat gumregut nyawiji menjadi pengingat bahwa Jawa Tengah akan semakin kuat ketika seluruh elemen masyarakat bergerak dalam satu irama dan menjaga persatuan. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *