Beranda / REGIONAL / Pemprov Jateng Kubur 50 Ton Ikan Sapu-Sapu, Perbaiki Ekosistem Sungai Juana Pati

Pemprov Jateng Kubur 50 Ton Ikan Sapu-Sapu, Perbaiki Ekosistem Sungai Juana Pati

PATI, obyektif.tv – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama masyarakat Kabupaten Pati membersihkan tumpukan bangkai ikan sapu-sapu yang berada di dasar Bendung Karet Sungai Juana, Kabupaten Pati, Senin (21/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 50 ton ikan sapu-sapu berhasil diangkat dari kawasan bendung. Bangkai ikan kemudian dipindahkan ke sisi kiri bendung untuk dikubur guna mengurangi bau tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan lingkungan perairan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, mengatakan ikan yang ditemukan di lokasi terdiri atas ikan yang telah mati maupun yang masih hidup.

“Total ikan yang berhasil diangkat kurang lebih 50 ton. Ada yang sudah mati, tetapi masih ada juga yang hidup. Sesuai instruksi Bapak Gubernur, kami bersihkan,” ujar Endi.

Pembersihan dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi setelah muncul keluhan masyarakat terkait tumpukan bangkai ikan sapu-sapu di kawasan Bendung Karet Sungai Juana.

Menurut Endi, proses pengangkatan ikan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan masyarakat sekitar. Penanganan tersebut juga melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana selaku pengelola sungai.

Bangkai ikan yang telah diangkat selanjutnya dipindahkan ke lokasi yang telah ditentukan di sisi kiri Bendung Karet untuk dikubur. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi bau busuk yang ditimbulkan dari bangkai ikan yang menumpuk.

Persoalan tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat sekitar. Tumpukan ikan sapu-sapu yang mati menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan mengganggu kondisi lingkungan di sekitar kawasan sungai.

Menindaklanjuti keluhan warga, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, sebelumnya telah turun langsung mengecek kondisi Bendung Karet Sungai Juana.

Dalam peninjauan tersebut, Urip bertemu dengan masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mendengarkan secara langsung keluhan warga. Salah satu persoalan yang disampaikan adalah bau bangkai ikan sapu-sapu yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Pembersihan puluhan ton ikan tersebut menjadi langkah nyata Pemprov Jawa Tengah dalam merespons persoalan lingkungan yang dirasakan masyarakat. Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan masyarakat dan instansi yang memiliki kewenangan terhadap pengelolaan sungai.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat “Ngopeni Nglakoni” yang diusung Pemprov Jawa Tengah, yakni merespons persoalan masyarakat dengan tindakan nyata di lapangan.

Melalui pembersihan tersebut, Pemprov Jawa Tengah berharap kondisi kawasan Bendung Karet Sungai Juana kembali bersih dan tidak lagi menimbulkan gangguan bau bagi masyarakat. Penanganan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan serta keberlanjutan ekosistem perairan di wilayah tersebut. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *