Beranda / EKBIZ / PLN Icon Plus Dorong Integrasi Digital dan Energi Terbarukan di Industri Hulu Migas

PLN Icon Plus Dorong Integrasi Digital dan Energi Terbarukan di Industri Hulu Migas

YOGYAKARTA, obyektif.tv – PLN Icon Plus mendorong integrasi solusi digital dan energi terbarukan untuk mendukung transformasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Melalui pengembangan portofolio Beyond kWh, perusahaan menghadirkan solusi terintegrasi yang diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung penerapan prinsip keberlanjutan di sektor industri.

Upaya tersebut ditunjukkan melalui partisipasi PLN Icon Plus dalam Simposium Teknologi Informasi (TI) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan Asosiasi IT Minyak dan Gas (AIMG) di Yogyakarta Marriott Hotel, 30 September hingga 2 Oktober 2026.

Dalam forum tersebut, PLN Icon Plus memperkenalkan sejumlah solusi melalui booth yang mencakup digital ecosystem, green ecosystem, serta pemanfaatan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Ketiga portofolio tersebut menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam mengintegrasikan kebutuhan teknologi digital, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.

Integrasi tersebut dinilai semakin relevan seiring berkembangnya kebutuhan industri terhadap teknologi yang tidak hanya mendukung konektivitas, tetapi juga membantu meningkatkan efektivitas operasional dan mengoptimalkan pemanfaatan energi. Melalui pendekatan Beyond kWh, PLN Icon Plus memperluas perannya dari penyedia konektivitas menjadi mitra dalam pengembangan solusi digital dan energi bagi pelanggan industri.

Direktur Niaga dan Pemasaran PLN Icon Plus, Joice Lanny Wantania, hadir langsung dalam rangkaian kegiatan pada 1 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat komunikasi dengan pelaku industri sekaligus memahami kebutuhan transformasi digital dan energi di sektor hulu migas.

Joice mengatakan, perkembangan industri mendorong kebutuhan terhadap solusi yang semakin terintegrasi. Pemanfaatan teknologi digital, efisiensi operasional, dan energi terbarukan perlu berjalan beriringan untuk menjawab tantangan bisnis sekaligus mendukung agenda keberlanjutan.

“Industri membutuhkan solusi yang semakin terintegrasi. Teknologi harus mampu menjawab kebutuhan operasional, sementara energi dan keberlanjutan juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan. Karena itu, kami melihat Beyond kWh sebagai pendekatan untuk menghadirkan solusi yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Joice.

Menurutnya, integrasi kapabilitas digital dan energi terbarukan membuka peluang bagi PLN Icon Plus untuk memperluas portofolio layanan serta membangun kolaborasi dengan berbagai sektor industri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pelanggan menjalankan transformasi bisnis secara lebih efisien sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan.

“Kami ingin hadir bukan hanya ketika pelanggan membutuhkan konektivitas, tetapi sejak mereka mulai melihat bagaimana teknologi, energi, dan keberlanjutan dapat berjalan bersama. Ruang kolaborasinya masih sangat terbuka, dan kami terus mengembangkan solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut,” katanya.

Dari sisi regional, partisipasi dalam Simposium TI Hulu Migas 2026 juga menjadi kesempatan bagi PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah untuk memperluas jejaring industri dan menjajaki peluang kerja sama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Senior Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Leandra Agung Tri Radi Putra, mengatakan kebutuhan pelanggan industri terus berkembang. Karena itu, penyediaan solusi perlu mempertimbangkan karakteristik bisnis, tantangan operasional, serta kebutuhan pelanggan terhadap efisiensi dan keberlanjutan.

“Yang kami lihat di lapangan, kebutuhan pelanggan sudah semakin berkembang. Mereka tidak hanya mencari satu solusi, tetapi ingin melihat bagaimana teknologi bisa membantu bisnis menjadi lebih efisien sekaligus mendukung target keberlanjutan. Ini yang menjadi ruang bagi kami untuk berdiskusi dan mencari solusi yang paling sesuai,” ujar Leandra.

Ia menambahkan, keikutsertaan dalam forum industri menjadi sarana untuk menyerap aspirasi, memahami tantangan yang dihadapi pelaku usaha, serta mengidentifikasi kebutuhan yang dapat dijawab melalui solusi terintegrasi.

“Kami tidak ingin datang hanya untuk memperkenalkan produk. Yang lebih penting adalah membangun percakapan dengan industri, memahami tantangannya, lalu melihat di mana PLN Icon Plus bisa memberikan nilai. Dari situ kolaborasi bisa dibangun,” katanya.

Melalui partisipasi dalam Simposium TI Hulu Migas 2026, PLN Icon Plus memperkuat komitmennya dalam mendorong integrasi digital dan energi terbarukan melalui pengembangan bisnis Beyond kWh. Penguatan solusi digital, green ecosystem, dan PLTS Atap diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas sekaligus mendukung transformasi industri hulu migas menuju operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *