BATANG, obyektif.tv – Polda Jawa Tengah mengajak nelayan berperan aktif dalam mencegah kriminalitas dan menjaga keamanan wilayah pesisir melalui program PANCANAKA PESISIR JATENG. Program yang digagas Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jateng ini diluncurkan oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Kamis (29/10/2026).
PANCANAKA PESISIR merupakan singkatan dari Pencegahan Cepat Ancaman Kriminalitas Wilayah Pesisir Jawa Tengah. Program ini dirancang untuk memperkuat deteksi dini dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di kawasan pesisir.
Peluncuran program tersebut dihadiri pejabat utama Polda Jateng, Forkopimda Kabupaten Batang, perwakilan instansi terkait, serta nelayan mitra Ditpolairud Polda Jateng.
Dalam sambutannya, Roy Hardi Siahaan menekankan pentingnya peran masyarakat pesisir dalam membantu kepolisian mengidentifikasi dan mencegah berbagai bentuk kejahatan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah potensi penyalahgunaan aktivitas melaut oleh jaringan kriminal untuk menyelundupkan narkotika maupun melakukan pelanggaran hukum lainnya.
Kapolda juga mengingatkan nelayan agar tidak mudah tergiur tawaran upah besar yang berpotensi menyeret mereka ke dalam aktivitas ilegal. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk melibatkan nelayan dalam jaringan kejahatan.
“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming upah yang besar untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum. Jangan sampai niat mencari nafkah justru dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan hingga merugikan diri sendiri dan keluarga,” pesannya.
Ia menegaskan, upaya menjaga keamanan tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Partisipasi masyarakat diperlukan untuk mempercepat penyampaian informasi mengenai aktivitas mencurigakan sehingga potensi kejahatan dapat diantisipasi sejak dini.
“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kami mengajak seluruh masyarakat pesisir untuk bersama-sama menjaga keamanan, sehingga potensi kejahatan dapat dicegah sejak dini sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” lanjutnya.
Sementara itu, Dirpolairud Polda Jateng Kombes Pol Kobul Syahrin Ritonga menjelaskan, program PANCANAKA PESISIR dilatarbelakangi luasnya wilayah perairan Jawa Tengah serta beragamnya aktivitas masyarakat di sektor perikanan, pelayaran, perdagangan, dan pariwisata.
Melalui program tersebut, Ditpolairud mendorong perubahan pola pengamanan dari pendekatan reaktif menjadi lebih proaktif. Upaya ini dilakukan dengan mengedepankan deteksi dini, pencegahan sejak awal, dan percepatan penyampaian informasi dari masyarakat.
Implementasi program mencakup peningkatan kesadaran hukum masyarakat pesisir, edukasi mengenai standar keselamatan pelayaran, serta pemberian solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi nelayan. Program ini juga meliputi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).
Kobul berharap, program tersebut dapat memperkuat komunikasi dan kemitraan antara kepolisian dengan masyarakat pesisir. Nelayan diharapkan tidak hanya menjadi penerima layanan kepolisian, tetapi juga mitra aktif dalam menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan.
“Melalui program ini, kami ingin membangun komunikasi dan kemitraan yang semakin kuat dengan masyarakat pesisir. Nelayan tidak hanya menjadi pihak yang menerima pelayanan kepolisian, tetapi juga mitra yang berperan penting dalam membantu menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat pesisir, peluncuran PANCANAKA PESISIR juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis oleh Kapolda Jateng kepada nelayan mitra Ditpolairud. Bantuan tersebut berupa 100.000 benih ikan bandeng, 500 jaket pelampung, dan 500 potong sarung.
Benih ikan bandeng selanjutnya akan ditebar di tambak yang dikelola kelompok nelayan mitra untuk mendukung produktivitas perikanan. Adapun bantuan jaket pelampung diharapkan dapat menunjang keselamatan nelayan saat melaut sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan.
Melalui PANCANAKA PESISIR JATENG, Polda Jateng berharap sinergi antara kepolisian, nelayan, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat semakin kuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu mewujudkan wilayah pesisir yang aman, tangguh, dan sejahtera.
Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas. Dengan komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan, pencegahan kriminalitas di wilayah pesisir diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. ***







