Beranda / EKBIZ / Baznas Jateng Salurkan Rp5,25 Miliar untuk Perkuat Kemandirian Mustahik

Baznas Jateng Salurkan Rp5,25 Miliar untuk Perkuat Kemandirian Mustahik

KABUPATEN SEMARANG, obyektif.tv – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyalurkan bantuan modal usaha senilai Rp5,25 miliar kepada 1.750 mustahik produktif pada tahap pertama tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan usaha yang disertai pendampingan dan pengawasan.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, di Hotel Wujil, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat (9/10/2026). Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta untuk mengembangkan usaha yang dijalankan.

Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin mengapresiasi langkah Baznas Jateng yang tidak hanya memberikan bantuan permodalan, tetapi juga menyediakan pendampingan bagi penerima manfaat. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar bantuan dapat dimanfaatkan secara tepat dan memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha.

Ia menilai pola pemberdayaan yang diterapkan Baznas tersebut dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program bantuan modal usaha. Penyaluran bantuan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, perlu diikuti pendampingan agar penerima mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

“Ini menjadi role model buat kita seharusnya. Jadi kalau memang ada yang dibantu itu harus ada yang mendampingi, menjadi pengawas, supaya bisa berkembang,” kata Gus Yasin.

Menurutnya, keberhasilan program bantuan tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang disalurkan. Perkembangan usaha dan kemampuan penerima dalam meningkatkan taraf hidup menjadi indikator penting untuk melihat efektivitas program tersebut.

Gus Yasin juga mengapresiasi penerima bantuan yang berhasil mengembangkan usahanya hingga mampu beralih status dari mustahik atau penerima zakat menjadi muzaki, yakni orang yang menunaikan zakat.

“Kita itu kalau memberikan bantuan berkembang itu senang sekali, ada rasa bangga,” ujarnya.

Ketua Baznas Jateng, KH Ahmad Darodji, mengatakan, program bantuan modal usaha produktif tahun ini menyasar 3.500 mustahik dengan total alokasi anggaran Rp10,5 miliar. Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta.

Untuk memastikan bantuan digunakan secara produktif, Baznas melibatkan penyuluh agama di masing-masing kecamatan sebagai pendamping. Kedekatan mereka dengan penerima manfaat diharapkan memudahkan proses pemantauan sekaligus membantu pengembangan usaha.

Para pendamping diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan usaha setiap empat bulan. Melalui laporan tersebut, Baznas dapat mengevaluasi dampak bantuan, mulai dari peningkatan fasilitas usaha hingga penambahan jumlah pekerja.

Darodji mencontohkan, terdapat penerima bantuan yang sebelumnya hanya memiliki dua bangku untuk menjalankan usahanya, kemudian berkembang menjadi empat bangku. Penerima lainnya mampu meningkatkan jumlah pekerja dari tiga menjadi lima orang.

Bahkan, berdasarkan hasil kunjungan langsung, Baznas menemukan penerima bantuan yang mampu memperoleh keuntungan hingga Rp300 ribu per hari.

Darodji menjelaskan, upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi perlu didukung keterampilan dan modal usaha. Bantuan produktif diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk membangun sumber penghasilan secara mandiri.

“Kalau kita ingin membuat orang mandiri dan bebas dari kemiskinan, bagi kami ada dua cara, yaitu dilatih punya keterampilan dan diberi modal. Kalau bantuan konsumtif, mungkin beberapa hari sudah habis. Tetapi, kalau produktif, kita beri kail agar mereka berkembang,” jelasnya.

Manfaat program tersebut dirasakan Slamet Rahardjo, pelaku usaha sol sepatu asal Kabupaten Batang yang telah menekuni usahanya selama sekitar 15 tahun. Setelah mengalami kecelakaan, Slamet kini menggunakan kursi roda untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Ia berencana memanfaatkan bantuan dari Baznas untuk membeli perlengkapan kerja baru, seperti benang, lem, dan cutter. Tambahan peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas usahanya sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari Baznas, saya bisa lebih mengembangkan usaha dengan membeli peralatan sol sepatu yang baru,” kata Slamet.

Penerima manfaat lainnya, Emyatun, pedagang nasi Padang Ampera asal Kota Semarang, juga berencana menggunakan bantuan tersebut untuk menambah modal dan memperbarui peralatan usaha, termasuk kompor serta perlengkapan penyajian.

Emyatun menjalankan usaha bersama suaminya. Dalam beberapa bulan terakhir, penjualan mereka mulai meningkat setelah menjalin kerja sama dengan sejumlah layanan pesan-antar makanan, seperti ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood.

Ia berharap tambahan modal tersebut dapat membantu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Ke depan, ia ingin mencapai kemandirian ekonomi dan memiliki kemampuan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.

“Semoga tidak hanya menjadi mustahik, tetapi akhirnya bisa menjadi muzaki dan membantu yang lainnya,” ujarnya.

Melalui bantuan modal yang disertai pendampingan, Baznas Jateng berharap para mustahik produktif dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kesempatan kerja, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga. Program ini sekaligus diarahkan untuk mendorong penerima manfaat agar kelak mampu bertransformasi menjadi muzaki dan turut membantu masyarakat lainnya. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *