Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Hujan Bantu Pendinginan TPA Jatibarang, Pemantauan Titik Asap Terus Dilakukan

Hujan Bantu Pendinginan TPA Jatibarang, Pemantauan Titik Asap Terus Dilakukan

SEMARANG, obyektif.tv – Hujan yang mengguyur kawasan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, pada Kamis (8/10/2026) malam membantu proses pendinginan area pascakebakaran. Meski suhu rata-rata terpantau stabil pada kisaran 25–30 derajat Celsius, pemantauan dan penyisiran tetap diintensifkan menyusul temuan titik asap kecil di dua lokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone termal pada Jumat (9/10/2026) pukul 05.00 WIB, kondisi suhu di kawasan TPA Jatibarang menunjukkan perkembangan positif. Namun, keberadaan titik asap yang masih terdeteksi menjadi perhatian petugas untuk memastikan proses pendinginan berlangsung hingga tuntas.

Penggunaan drone dan teropong termal terus dimaksimalkan untuk mendeteksi titik panas yang berpotensi memicu munculnya asap kembali. Hasil pemetaan visual tersebut menjadi panduan bagi tim gabungan dalam menentukan lokasi penyisiran dan penanganan secara lebih terarah.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meminta seluruh petugas tetap meningkatkan kewaspadaan dan melanjutkan pemantauan secara intensif hingga titik asap yang tersisa benar-benar padam.

Menurut Agustina, hujan yang mengguyur kawasan TPA menjadi perkembangan yang patut disyukuri dalam upaya pendinginan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh membuat petugas mengurangi intensitas pengawasan di lapangan.

“Pemantauan dan penyisiran di area TPA Jatibarang harus terus dilakukan. Titik asap kecil yang masih ditemukan perlu segera ditangani agar tidak berkembang kembali. Kita ingin memastikan proses pendinginan tuntas dan kondisi TPA benar-benar aman,” ujar Agustina.

Selain memastikan kondisi area TPA semakin terkendali, Pemerintah Kota Semarang juga terus memantau kualitas udara, terutama di kawasan permukiman dan fasilitas publik yang berpotensi terdampak asap.

Hasil pengukuran kualitas udara pada Kamis (8/10/2026) menunjukkan kadar partikel halus PM2,5 dan PM10 di sejumlah titik pemantauan berada di bawah Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL).

Pengukuran dilakukan di beberapa lokasi, meliputi SMAN 7 Semarang, Puskesmas Purwoyoso, Puskesmas Ngaliyan, serta kawasan permukiman di Kelurahan Ngemplak Simongan.

Hasil tersebut menjadi indikasi positif bagi kondisi kualitas udara di lokasi-lokasi yang dipantau. Kendati demikian, pemantauan berkala tetap diperlukan untuk memastikan kondisi udara terjaga dan risiko kesehatan bagi masyarakat dapat diantisipasi.

Agustina menegaskan, upaya penanganan TPA Jatibarang tidak hanya berfokus pada pendinginan area yang terdampak, tetapi juga pada perlindungan kesehatan dan kenyamanan warga di sekitarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang terus bersiaga melakukan pemantauan, penyisiran, serta langkah-langkah penanganan di lapangan.

“Terima kasih kepada para petugas yang tanpa lelah melakukan pemantauan dan penyisiran di lapangan. Semoga upaya pendinginan ini membuat kondisi TPA semakin terkendali sehingga warga sekitar dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman,” tutupnya.

Pemerintah Kota Semarang memastikan pemantauan titik asap dan kualitas udara tetap menjadi perhatian hingga kondisi TPA Jatibarang benar-benar terkendali. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah munculnya kembali titik panas sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di kawasan sekitar. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *