Beranda / REGIONAL / SEMARANG / Dapur Marhaen Padukan Layanan Kesehatan, Pangan, dan Pembinaan Rohani

Dapur Marhaen Padukan Layanan Kesehatan, Pangan, dan Pembinaan Rohani

SEMARANG, obyektif.tv – Program Dapur Marhaen yang digagas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga menyasar pembinaan jiwa dan rohani melalui pendekatan kebudayaan dan spiritual.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mengatakan program tersebut dirancang secara komprehensif dengan menyeimbangkan aspek fisik, mental, dan spiritual masyarakat.

Menurutnya, selama ini banyak program sosial lebih menitikberatkan pada kebutuhan fisik, seperti pemeriksaan kesehatan dan pemberian makanan. Padahal, manusia juga memiliki dimensi jiwa dan rohani yang perlu mendapat perhatian.

“Keberadaan manusia tidak hanya fisik, tetapi juga jiwa dan rohani. Karena itu, pembinaan yang dilakukan harus mencakup ketiganya,” ujar Samuel di Pondok Pesantren Soko Tunggal, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, pembinaan jiwa dilakukan melalui pendekatan kebudayaan dan seni, sementara pembinaan rohani diisi oleh KH Nuril Arifin atau yang akrab disapa Gus Nuril. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi “tiga serangkai” yang tepat dalam membangun kualitas masyarakat secara utuh.

Lebih lanjut, Samuel menekankan pentingnya keselarasan antara pikiran, perasaan, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini, kata dia, sejalan dengan prinsip Trisakti yang diusung PDI Perjuangan, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Ia juga menegaskan, program Dapur Marhaen tidak dimaksudkan untuk dibandingkan dengan program lain, melainkan sebagai bentuk peran partai dalam menjaga keseimbangan kebijakan publik. “Kita bukan partai pendukung, tetapi penyeimbang, dengan tetap berpegang pada ajaran Soekarno,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang, Endro Dwi Cahyono, menyampaikan bahwa Dapur Marhaen akan menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tanggal 10 setiap bulan.

Program tersebut mencakup pelayanan pemeriksaan kesehatan sekaligus pemberian makanan kepada masyarakat. Ke depan, pelaksanaannya tidak hanya terpusat di kantor DPC, tetapi juga akan dilakukan secara bergilir di berbagai kecamatan di Kota Semarang.

“Sebagai kader Marhaen, kami harus hadir dan peduli kepada masyarakat. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan kami,” ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan tanggal ulang tahun PDI Perjuangan itu juga akan terus menghadirkan pembinaan rohani sebagai bagian penting dari program.

Melalui program Dapur Marhaen, PDI Perjuangan berharap dapat menghadirkan model pelayanan masyarakat yang tidak hanya menyentuh kebutuhan dasar, tetapi juga memperkuat karakter serta spiritualitas masyarakat secara berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *