SEMARANG, obyektif.tv – Sebanyak 63 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Semarang ditugaskan untuk mendampingi jemaah haji dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Dalam penugasan tersebut, aspek pelayanan kepada jemaah menjadi prioritas utama.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa para ASN yang diberangkatkan memegang peran penting sebagai ujung tombak pelayanan. Mereka tidak hanya menjalankan ibadah pribadi, tetapi juga mengemban tanggung jawab memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah selama di Arab Saudi.
“Ini amanat yang berat tapi mulia. Jadilah wajah pemerintah yang memberikan pelayanan terbaik, jaga kesehatan jemaah, dan utamakan keselamatan,” ujar Agustina saat pelepasan di Balai Kota Semarang, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, para ASN tersebut terdiri dari berbagai unsur penting dalam penyelenggaraan haji, di antaranya Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), serta Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Seluruhnya akan memberikan pendampingan langsung kepada jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada para ASN ini merupakan bentuk tanggung jawab besar, sekaligus kehormatan sebagai representasi pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam rombongan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang turut serta. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi teladan bagi jemaah, terutama dalam hal kedisiplinan dan kesungguhan selama menjalankan ibadah.
“Diharapkan dapat menjadi teladan selama menjalankan ibadah, baik dari sisi sikap maupun komitmen,” tambahnya.
Dari total ASN yang diberangkatkan, komposisi terbesar berasal dari sektor pendidikan, yakni sebanyak 29 orang yang terdiri dari guru dan kepala sekolah. Selain itu, tenaga kesehatan dari RSUD dan Dinas Kesehatan juga dilibatkan untuk mendukung layanan medis bagi jemaah.
Meski puluhan ASN diberangkatkan, pelayanan publik di Kota Semarang dipastikan tetap berjalan normal. Hal ini didukung oleh jumlah ASN yang mencapai sekitar 14 ribu orang serta pengaturan tugas yang telah dilakukan sebelumnya.
Pemerintah Kota Semarang juga telah melakukan koordinasi internal guna memastikan tidak terjadi gangguan pelayanan kepada masyarakat. Para ASN yang bertugas diminta untuk fokus menjalankan ibadah sekaligus tugas pendampingan tanpa memikirkan pekerjaan di daerah.
“Urusan pelayanan sudah dikoordinasikan dengan baik. Jadi peserta diminta fokus total pada ibadah,” katanya.
Selain itu, para petugas diingatkan untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci, mengingat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat memengaruhi kesehatan.
“Jaga pola tidur, jangan memaksakan tenaga karena rangkaian ibadah cukup menguras fisik,” pesannya.
Sebagai penutup, Agustina menitipkan doa kepada para ASN agar turut mendoakan Kota Semarang tetap dilimpahi keberkahan dan kelancaran pembangunan.
“Dititipkan doa agar Kota Semarang selalu dilimpahi rahmat dan dijauhkan dari hal-hal yang menghambat pembangunan,” pungkasnya. ***









