Beranda / LIFESTYLE / MUSIK / Maestro Piano Dunia Boaz Sharon Suguhkan Harmoni Musik Klasik dalam Piano Recital di Semarang

Maestro Piano Dunia Boaz Sharon Suguhkan Harmoni Musik Klasik dalam Piano Recital di Semarang

SEMARANG, obyektif.tv – Maestro piano dunia, Boaz Sharon, menghadirkan harmoni musik klasik yang memukau dalam konser bertajuk Piano Recital di Maxi Brain Concert Hall, Jalan Rinjani No. 18, Semarang, Senin (3/8/2026). Penampilan pianis sekaligus akademisi internasional itu berhasil menghipnotis puluhan penonton yang larut menikmati sajian karya-karya klasik dari berbagai era.

Sejak melangkah ke atas panggung, Boaz langsung menghadirkan suasana yang hening dan penuh khidmat di dalam ruangan. Melalui permainan piano yang sarat penghayatan, dinamika yang terjaga, serta teknik yang presisi, ia mengajak penonton menelusuri perjalanan musik klasik, mulai dari era Romantik hingga abad ke-20. Setiap komposisi dibawakan dengan interpretasi yang kuat dan emosional, membuat para penonton larut menikmati setiap alunan nada. Di sela-sela penampilannya, tepuk tangan panjang berkali-kali menggema memenuhi ruang konser sebagai bentuk apresiasi atas kepiawaian sang pianis.

Dalam konser tersebut, Boaz membawakan sejumlah karya monumental, di antaranya Arabeske in C Major, Op. 18 karya Robert Schumann, Ritual Fire Dance dari El Amor Brujo karya Manuel de Falla, L’Isle Joyeuse karya Claude Debussy, Piano Sonata No. 8 in B-Flat Major, Op. 84 (III. Vivace) karya Sergei Prokofiev, The Masque dari Symphony No. 2 “The Age of Anxiety” karya Leonard Bernstein, hingga mahakarya Rhapsody in Blue ciptaan George Gershwin. Variasi karakter setiap komposisi membuat penonton seolah diajak menjelajahi kekayaan warna dan emosi dalam musik klasik dunia.

Owner Maxi Brain Concert Hall, Pauline Monoadi, mengatakan kehadiran Boaz Sharon bukan sekadar menghadirkan konser, melainkan juga menjadi bagian dari upaya memperluas apresiasi masyarakat terhadap musik klasik, khususnya di kalangan generasi muda.

“Tujuan utama kami menghadirkan Prof. Boaz adalah memberikan apresiasi kepada murid-murid kami sendiri dan masyarakat agar lebih mengenal musik klasik. Selain konser, besok juga akan ada masterclass sehingga anak-anak bisa belajar langsung dari Prof. Boaz. Beliau merupakan profesor di Boston University,” ujar Pauline.

Ia menjelaskan, Maxi Brain Concert Hall sejak 2004 secara konsisten menggelar rangkaian konser bertajuk Eco Life Series bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Program tersebut menjadi wadah edukasi sekaligus apresiasi seni musik klasik bagi masyarakat.

Menurut Pauline, pihaknya tidak berfokus pada kompetisi, melainkan membangun kecintaan terhadap musik sebagai bagian dari pendidikan seni.

“Musik adalah seni yang harus diapresiasi. Harapan kami setelah kedatangan Prof. Boaz, masyarakat semakin mengenal dan mencintai musik klasik, bukan hanya piano, tetapi juga berbagai alat musik lainnya,” katanya.

Suasana konser juga menghadirkan pemandangan menarik. Di salah satu sudut ruang pertunjukan, seorang seniman sketsa, Yoyok Barakallah, tampak larut menikmati setiap alunan musik sambil mengabadikan momen melalui goresan pensilnya. Di atas kertas, ia menggambar sosok Boaz Sharon yang tengah memainkan piano dengan penuh penghayatan di hadapan para penonton.

Bagi Yoyok, perpaduan antara seni rupa dan musik klasik menghadirkan pengalaman yang berbeda. Alunan nada yang mengalir justru menjadi inspirasi dalam setiap goresan sketsanya.

“Saya menyukai membuat sketsa dengan iringan musik seperti ini karena rasanya saya ikut hanyut mengikuti alunan musiknya,” ungkap pria berusia 55 tahun yang tinggal di Tembalang tersebut.

Selain aktif mengikuti berbagai pameran seni, Yoyok juga memiliki studio dan galeri di kawasan Tembalang dan Sam Poo Kong serta menerima berbagai pesanan karya sketsa.

Lahir di Tel Aviv, Israel, Boaz Sharon menempuh pendidikan musik bersama sejumlah guru piano terkemuka, termasuk Stefan Askenase di Brussel, Belgia, sebelum melanjutkan studi di Amerika Serikat. Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai pianis, pendidik, sekaligus maestro yang telah tampil di berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Tiongkok, Republik Ceko, Rusia, dan sejumlah negara lainnya.

Selain aktif sebagai konseris, Boaz mengajar di Boston University dan menjabat sebagai Director of Piano Studies di Boston University Tanglewood Institute. Ia juga pernah menjadi profesor di Duke University, University of Tulsa, dan University of Florida, serta dipercaya menjadi juri dalam berbagai kompetisi piano internasional bergengsi di Eropa.

Prestasi internasionalnya ditandai dengan raihan Juara I dan Medali Emas pada Jaén International Piano Competition di Spanyol. Atas dedikasinya di bidang pendidikan musik, ia menerima Jubilee Medal dari Charles University di Praha dan menyandang gelar Honorary Fellow di universitas tersebut. Pada 2009, ia juga diangkat sebagai profesor tamu di China Conservatory, Beijing.

Melalui penyelenggaraan Piano Recital dan masterclass bersama Boaz Sharon, Maxi Brain Concert Hall berharap Semarang semakin berkembang sebagai ruang apresiasi musik klasik. Kehadiran maestro bertaraf internasional tersebut diharapkan tidak hanya menginspirasi para pelajar musik, tetapi juga menumbuhkan minat masyarakat terhadap musik klasik sebagai bagian dari pendidikan, budaya, dan pengembangan kreativitas generasi muda. Konser ini tidak sekadar menjadi pertunjukan musik, melainkan juga menjadi momentum memperkuat ekosistem seni musik klasik di Kota Semarang agar semakin dikenal dan dinikmati oleh berbagai kalangan. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *