SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang resmi memulai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-479 Kota Semarang melalui kegiatan kick off Hari Jadi Kota Semarang (HJKS) yang digelar di Balai Kota Semarang, Selasa (14/4/2026). Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian program yang difokuskan pada manfaat langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan bahwa peringatan HJKS tahun ini dirancang dengan pendekatan berbeda. Pemkot tidak lagi menitikberatkan pada seremoni besar, melainkan pada program yang berdampak nyata bagi warga.
“Tahun ini kita memilih pendekatan yang lebih efisien. Perayaan tidak difokuskan pada kegiatan seremonial besar, tetapi diarahkan menjadi gerakan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Agustina.
Ia menambahkan, momentum hari jadi diwujudkan sebagai “kado” bagi masyarakat melalui berbagai layanan publik dan program sosial yang langsung dapat dirasakan.
Sejumlah program langsung digulirkan sejak awal rangkaian kegiatan. Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan menghadirkan layanan Bus Rapid Transit (BRT) gratis pada jam tertentu, disertai pembagian susu dan roti bagi penumpang pagi hari pada 1–5 Mei 2026 di sejumlah titik keberangkatan.
“Warga yang menggunakan BRT dari halte Simpang Lima, halte Pemuda, maupun Terminal Cangkiran pada pagi hari akan mendapatkan susu dan roti gratis,” kata Kepala Dinas Perhubungan, Danang Kurniawan.
Di bidang kesehatan, Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan gratis berupa scaling gigi serta skrining kesehatan perempuan yang dilaksanakan pada 13–18 April 2026 di puskesmas dan sejumlah rumah sakit, dengan kuota mencapai ribuan layanan.
Sementara itu, di sektor pendidikan, Pemkot Semarang memperluas akses melalui program 133 sekolah swasta gratis serta layanan homeschooling bagi anak berkebutuhan khusus yang belum terjangkau pendidikan formal.
Penguatan ekonomi lokal juga menjadi bagian dari rangkaian kick off HJKS. Melalui kegiatan fisheries expo dan festival kuliner, pelaku UMKM dan sektor perikanan difasilitasi untuk menampilkan produk unggulan sekaligus memperluas akses pasar.
“Kami merupakan UMKM binaan Dinas Perikanan. Produk kami berbasis olahan ikan dan sudah dipasarkan di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Semarang,” ujar Dwi, salah satu pelaku UMKM.
Selain itu, lomba masak ikan dan sarasehan turut digelar sebagai upaya edukasi sekaligus promosi konsumsi produk perikanan lokal kepada masyarakat.
Pada puncak peringatan yang jatuh pada 2 Mei 2026, Pemkot Semarang juga akan menghadirkan gerakan peduli lingkungan melalui program penukaran botol plastik dengan berbagai insentif, seperti produk lokal dan bibit tanaman.
Melalui program tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi aktif dalam mengurangi sampah plastik sekaligus memperluas ruang hijau di lingkungan tempat tinggal.
Rangkaian kegiatan HJKS ke-479 akan berlangsung hingga puncak peringatan pada 2 Mei 2026 yang diisi dengan doa bersama serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh berprestasi.
Agustina berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat Kota Semarang.
“Kesejahteraan itu berarti masyarakat merasa aman, tenteram, dan memiliki kualitas hidup yang semakin baik di Kota Semarang,” tutupnya. ***










