SEMARANG, obyektif.tv – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan sistem Early Warning System (EWS) di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, menyusul kecelakaan tunggal yang melibatkan truk ekspedisi pada Rabu (13/5/2026) dini hari.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan dan pencegahan kecelakaan di jalur rawan yang dikenal memiliki tanjakan panjang dan kemiringan ekstrem.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB dan melibatkan truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun. Kendaraan yang melaju dari arah Surabaya menuju Boja itu diduga mengalami gagal menanjak sebelum akhirnya meluncur mundur hingga melewati median jalan dan berhenti di sekitar SPBU Silayur.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengatakan pemerintah langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi setelah menerima laporan kejadian.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Petugas gabungan langsung melakukan pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas, dan penanganan kendaraan agar kondisi segera kembali normal,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Perhubungan Kota Semarang bersama aparat kepolisian melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem keselamatan di kawasan Silayur.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan hasil pemeriksaan awal menunjukkan truk diduga mengalami gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi.
Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub bersama kepolisian juga langsung melakukan pemeriksaan teknis dan uji KIR di lokasi kejadian.
“Truk bermuatan sekitar 4 ton dan masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun kesiapan kendaraan dan penguasaan medan tetap menjadi faktor penting saat melewati jalur seperti Silayur,” kata Danang.
Menurut dia, Pemkot Semarang kini tengah mematangkan pembangunan pos pemantauan permanen yang akan dilengkapi sistem EWS dan pengawasan selama 24 jam.
Melalui pos tersebut, kendaraan angkutan barang nantinya akan menjalani pemeriksaan dokumen, status KIR, hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan sebelum melintasi jalur tanjakan.
Selain penguatan pengawasan, Pemkot Semarang juga akan meningkatkan edukasi kepada perusahaan angkutan dan pengemudi terkait teknik berkendara di jalur ekstrem serta pentingnya disiplin keselamatan.
“Kami ingin penanganan tidak berhenti pada respons insiden, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan secara berkelanjutan agar risiko kecelakaan di Silayur dapat ditekan,” tutup Danang. ***










