YOGYAKARTA, obyektif.tv – PLN Icon Plus menyiapkan strategi untuk menangkap pertumbuhan pasar Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau PV Rooftop dengan memperkuat kapabilitas sumber daya manusia. Langkah tersebut dilakukan melalui PV Academy yang digelar selama dua hari, 4–5 Agustus 2026, di Yogyakarta.
Kegiatan tersebut menjadi forum pembelajaran sekaligus konsolidasi untuk memperkuat kemampuan insan PLN Icon Plus dalam membaca perkembangan pasar, memahami kebutuhan pelanggan, serta menerjemahkan peluang menjadi rencana bisnis yang konkret.
Pertumbuhan pasar energi surya membuka peluang baru bagi perusahaan seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap sumber energi yang lebih bersih dan efisien. Namun, peluang tersebut membutuhkan kesiapan dari sisi sumber daya manusia, strategi pemasaran, pengembangan bisnis, hingga kemampuan eksekusi.
Karena itu, PV Academy tidak hanya membekali peserta dengan pemahaman mengenai produk dan teknologi PV Rooftop. Materi yang diberikan mencakup ekosistem PV Rooftop di Indonesia, strategi pemasaran, pengembangan bisnis, serta penyusunan action plan yang dapat diterapkan di masing-masing unit kerja.
Tiga pemateri dengan latar belakang berbeda turut memberikan perspektif dalam kegiatan tersebut. Tedi Wintoko, SE, Akt, MM, CFP, CEO & Co-Founder SonusID, memberikan materi mengenai strategi dan pengembangan bisnis. Bramanta Pradana, VP Sales, Marketing & Business Development Icon Green, membahas dinamika dan peluang pengembangan bisnis PV Rooftop. Sementara Hery Prasetyadi, Exclusive Facilitator of MarkPlus, memberikan perspektif mengenai strategi pemasaran dan cara membaca kebutuhan pasar.
Joice Lanny Wantania mengatakan pertumbuhan pasar PV Rooftop harus diikuti dengan kesiapan perusahaan dalam memahami kebutuhan pelanggan dan menghadirkan solusi yang tepat.
“Peluang PV Rooftop semakin terbuka, tetapi peluang itu tidak akan otomatis menjadi bisnis. Kita harus memahami apa yang dibutuhkan pelanggan, bagaimana menawarkan solusi yang tepat, dan bagaimana mengeksekusinya dengan cepat. Karena itu, penguatan kapabilitas tim menjadi sangat penting,” kata Joice.
Ia berharap peserta PV Academy tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu membawa pulang rencana yang dapat langsung dijalankan untuk mendukung pengembangan bisnis di unit masing-masing.
Menurut Joice, perkembangan bisnis energi surya membutuhkan cara pandang yang lebih luas. Produk dan teknologi merupakan bagian dari solusi, sementara keberhasilan di pasar sangat bergantung pada kemampuan perusahaan membaca kebutuhan pelanggan dan memberikan nilai yang relevan.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui sesi penyusunan action plan. Dengan demikian, pembelajaran selama PV Academy tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi diarahkan untuk mendukung pekerjaan dan target bisnis secara nyata.
Leandra Agung Tri Radi Putra mengatakan PV Academy juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan bisnis PV Rooftop.
“Pasar PV Rooftop memiliki peluang yang besar, tetapi kita harus punya kesiapan untuk menangkapnya. Kesiapan itu bukan hanya soal produk, melainkan juga orang, strategi, dan kemampuan eksekusi,” ujar Leandra.
Menurut Leandra, pengembangan PV Rooftop membutuhkan keterhubungan antara fungsi pemasaran, penjualan, dan pengembangan bisnis. Karakter dan kebutuhan pelanggan yang beragam membuat perusahaan perlu memiliki kemampuan untuk memahami persoalan pelanggan sebelum menawarkan solusi.
“Melalui PV Academy, kami ingin setiap peserta mendapatkan pemahaman yang sama dan kemudian membawanya kembali menjadi aksi di unit masing-masing,” katanya.
Pengembangan PV Rooftop menjadi bagian dari ruang bisnis Beyond kWh yang dikembangkan PLN Icon Plus. Solusi energi surya tidak hanya menawarkan alternatif pemanfaatan energi bagi pelanggan, tetapi juga membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas layanan di tengah berkembangnya kebutuhan terhadap energi terbarukan.
Dalam konteks tersebut, penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari strategi PLN Icon Plus dalam menangkap pertumbuhan pasar. Perubahan teknologi, kebutuhan pelanggan, dan dinamika persaingan menuntut perusahaan memiliki kemampuan untuk membaca perubahan serta meresponsnya secara cepat dan tepat.
Selama dua hari pelaksanaan PV Academy, peserta mendapatkan ruang untuk belajar, berdiskusi, dan menguji kembali pendekatan bisnis yang selama ini digunakan. Hasil pembelajaran kemudian diarahkan menjadi rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan dalam pekerjaan masing-masing.
Bagi PLN Icon Plus, kesiapan memasuki pasar energi surya bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menyediakan produk, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Melalui PV Academy, PLN Icon Plus berupaya menyatukan pemahaman mengenai pasar, strategi pemasaran, pengembangan bisnis, dan eksekusi. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan perusahaan dalam menangkap pertumbuhan pasar PLTS Atap sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis energi terbarukan yang berkelanjutan. ***










