Beranda / REGIONAL / SEMARANG / RS UNIMUS Hadirkan Cancer Care, Perkuat Pengembangan Layanan Kanker di Semarang

RS UNIMUS Hadirkan Cancer Care, Perkuat Pengembangan Layanan Kanker di Semarang

SEMARANG, obyektif.tv – Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Semarang (RS UNIMUS) menghadirkan RS UNIMUS Cancer Care sebagai upaya memperkuat layanan penanganan kanker melalui pemanfaatan teknologi medis, termasuk cryosurgery. Pengembangan layanan ini mendapat dukungan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti yang berharap inovasi dan kolaborasi internasional mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan Agustina dalam Gala Dinner International Conference on Cryosurgery, rangkaian The 10th Annual Meeting of the Asian Society of Cryosurgery (ASC-10) dan Council Transition Meeting di Ruang Loka Krida, Gedung Moch. Ikhsan Lantai 8, Balai Kota Semarang, Jumat (16/10/2026).

Forum yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) bersama RS UNIMUS tersebut mempertemukan pakar, dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari berbagai negara. Publikasi UNIMUS menyebutkan, kegiatan ini diikuti perwakilan dari 30 negara.

Agustina mengatakan, pengembangan teknologi medis perlu diikuti peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan mutu pelayanan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pasien. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi salah satu cara untuk memperluas pengetahuan, mendorong inovasi, dan meningkatkan kualitas penanganan medis.

“Bagi Kota Semarang, kemajuan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari hadirnya teknologi baru, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan pasien. Karena itu, kolaborasi internasional harus mampu mendorong peningkatan kompetensi tenaga medis, ketepatan penanganan, keselamatan pasien, dan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ujar Agustina.

Peluncuran RS UNIMUS Cancer Care menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian kegiatan tersebut. Layanan ini dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi cryosurgery dan teknologi medis pendukung lainnya untuk menunjang penanganan pasien kanker.

Cryosurgery merupakan metode penanganan medis yang menggunakan suhu sangat rendah untuk menghancurkan jaringan sasaran. Metode ini dapat menjadi salah satu pilihan penanganan pada kondisi tertentu, bergantung pada jenis dan stadium kanker, kondisi pasien, serta hasil evaluasi tim medis.

Dalam mendukung pengembangan layanan tersebut, kesiapan tenaga kesehatan menjadi aspek penting. Pihak RS UNIMUS menyampaikan bahwa lima dokter telah mengikuti pelatihan cryosurgery di Tiongkok. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam memahami dan menerapkan teknologi tersebut.

Penerapan teknologi baru juga harus disertai standar pelayanan yang memadai, prosedur keselamatan pasien, serta edukasi mengenai pilihan pengobatan. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh informasi yang tepat sebelum menentukan penanganan sesuai rekomendasi tim medis.

Agustina menegaskan, pelayanan kanker membutuhkan pendekatan menyeluruh yang tidak hanya bertumpu pada teknologi. Deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, pendampingan pasien, dan keterlibatan keluarga juga berperan penting dalam proses penanganan.

“Penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain teknologi dan keahlian dokter, deteksi dini, pemeriksaan yang tepat, pendampingan pasien, serta pemahaman keluarga juga sangat penting. Kita ingin masyarakat mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya, dengan keselamatan dan kualitas sebagai prioritas,” tegasnya.

Pengembangan RS UNIMUS Cancer Care juga dinilai sejalan dengan Misi 2 RPJMD Kota Semarang 2025–2029, yang menitikberatkan pada peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi.

Agustina berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan komunitas medis dapat terus diperkuat melalui pengembangan pelayanan, pendidikan, penelitian, serta pertukaran keahlian. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang peningkatan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis berkualitas.

Selain memperkuat pelayanan kesehatan, forum internasional ini berpotensi memperluas jejaring pendidikan kedokteran dan penelitian serta meningkatkan daya saing Kota Semarang di sektor kesehatan. Pengembangan wisata medis juga dapat menjadi peluang, dengan tetap mengutamakan mutu pelayanan, kompetensi tenaga medis, keselamatan pasien, dan kepercayaan masyarakat.

“Kita ingin Semarang semakin dikenal sebagai kota yang mampu mengembangkan pendidikan, inovasi, dan pelayanan kesehatan. Namun, yang paling utama adalah bagaimana perkembangan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat kualitas hidup warga,” pungkas Agustina. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *