Beranda / EKBIZ / Samuel Wattimena Dorong UMKM Berinovasi dan Manfaatkan Bahan Baku Lokal di Tengah Tekanan Ekonomi

Samuel Wattimena Dorong UMKM Berinovasi dan Manfaatkan Bahan Baku Lokal di Tengah Tekanan Ekonomi

SEMARANG, obyektif.tv – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kini menyentuh kisaran Rp18.000 dinilai menjadi tantangan serius bagi berbagai sektor ekonomi, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam situasi tersebut, UMKM dituntut untuk mampu beradaptasi dan memperkuat daya saing agar tetap bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mengatakan pelemahan rupiah merupakan dampak dari berbagai faktor, termasuk dinamika geopolitik dunia yang memengaruhi perekonomian global. Namun demikian, menurutnya, kondisi tersebut merupakan realitas yang harus dihadapi bersama.

“Pelemahan ini terjadi untuk semua orang. Setiap aksi pasti ada reaksi, termasuk dalam konteks geopolitik dan ekonomi global. Tetapi yang terpenting, kita semua tetap harus bertahan dan mencari langkah yang paling bijak untuk menghadapi situasi ini,” ujar Samuel saat dikonfirmasi obyektif.tv melalui sambungan telepon, Rabu (10/6/2026).

Ia menilai kondisi ekonomi yang penuh tekanan tidak dapat disikapi secara sederhana hanya dengan mengandalkan kesabaran atau optimisme semata. Setiap individu maupun pelaku usaha memiliki tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan strategi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Menurut Samuel, salah satu langkah penting bagi pelaku UMKM adalah terus meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, serta menghadirkan inovasi agar mampu mempertahankan pasar sekaligus memperluas jangkauan konsumen.

“Daya saing tidak hanya ditentukan oleh harga. Kualitas produk, kemasan yang baik, dan kemampuan menjawab kebutuhan pasar menjadi faktor penting agar UMKM tetap kompetitif,” katanya.

Di tengah pelemahan rupiah dan ketidakpastian ekonomi global, Samuel juga mendorong pelaku UMKM untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor. Pemanfaatan bahan baku lokal dinilai dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat ketahanan usaha terhadap gejolak ekonomi.

Ia menegaskan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah dan berpotensi menjadi bahan baku berkualitas bagi berbagai produk UMKM. Tantangan yang ada saat ini adalah bagaimana sumber daya tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

“Saya melihat Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana bahan baku lokal itu diolah menjadi produk yang kompetitif, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor,” ujarnya.

Lebih lanjut, Samuel menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendukung pengembangan UMKM melalui penyediaan data pasar yang akurat, pendampingan usaha, akses teknologi, serta dukungan inovasi.

Menurutnya, UMKM perlu mulai berorientasi pada kebutuhan pasar dengan didukung riset yang memadai. Produksi yang berbasis data dan inovasi akan membuat pelaku usaha lebih adaptif terhadap perubahan, lebih efisien dalam menjalankan bisnis, serta memiliki daya tahan yang lebih kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Dengan dukungan riset pasar dan inovasi, UMKM tidak hanya menjadi penopang ekonomi nasional, tetapi juga mampu tampil sebagai pemain yang bersaing di pasar global,” pungkasnya. ***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *